Rapat Ke-Allahan

Posted: November 9, 2011 by sityb in Uncategorized

Rapat Ke-Allahan
Kejadian 1:26
“Berfirmanlah Allah (Elohim – T.L.): ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.’”

Sama seperti hari ketiga, hari keenam terbagi menjadi dua bagian. Mula-mula, Allah menciptakan binatang liar, ternak, dan binatang melata; kemudian Ia menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sendiri. Tetapi, sebelum menciptakan manusia, Allah berhenti sejenak dan mengadakan rapat ke-Allahan, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa…”. Alangkah seriusnya perkara ini. Sebelum hari keenam ini, Allah telah menyiapkan segala sesuatu. Ia memulihkan bumi dan langit, hingga menjadi tempat yang nyaman dan cocok bagi manusia. Ia menyiapkan berbagai tumbuhan dan berbagai binatang, di air, di udara, dan di darat. Setelah semuanya siap, Allah seolah berkata, “Segalanya telah siap. Sekarang tibalah saatnya bagi Kita untuk menciptakan manusia!” Haleluya, Allah Tritunggal mengadakan rapat ke-Allahan untuk kita, manusia, karena manusia adalah inti dari seluruh penciptaan Allah. Manusia-lah sasaran Allah dan manusia-lah yang ada di hati Allah.
Catatan: Seperti yang pernah kita bahas, “Elohim” merupakan kata benda berbentuk jamak. Jika subyeknya berbentuk jamak, maka predikatnya (“Berfirmanlah”) seharusnya juga berbentuk jamak. Namun, kata “berfirmanlah” berbentuk tunggal. Selain itu, “Kita” dalam ayat 26 itu jelas berbentuk jamak, sedangkan predikat “menjadikan” berbentuk tunggal. Ini menunjukkan keesaan tujuan Allah. Saudara saudari, Allah kita itu tiga di dalam satu dan satu di dalam tiga. Walau ada tiga persona, bukan berarti ada tiga Allah. Dia adalah Allah Tritunggal dan Dia memiliki tujuan yang esa.

Manusia Diciptakan Oleh Allah
Kej. 1:11-12, 27

Kita harus melihat dengan sangat jelas bahwa manusia diciptakan oleh Allah (1:27). Manusia bukanlah hasil evolusi dari kelas binatang yang lebih rendah. Istilah “menciptakan”, berarti membuat sesuatu dari yang tidak ada. Manusia adalah karya istimewa Allah dan bukan hasil dari suatu proses evolusi alam.
Allah telah mengatur setiap jenis tumbuhan, pepohonan, rumput, dan sayuran, untuk menghasilkan benih menurut jenisnya masing-masing (Inggris: after their kind ). Rumput tidak bisa berubah menjadi sebatang pohon, demikian pula satu jenis pohon tidak bisa berubah menjadi jenis pohon lainnya. Seluruh makhluk hidup telah diciptakan menurut jenisnya masing-masing (Kej. 1:11, 12, lihat bahasa aslinya). Kalau Allah mengatakan bahwa semuanya diciptakan menurut jenisnya, ini berarti batasan dari tiap jenisnya telah ditentukan oleh Allah. Karenanya tidak ada kemungkinan bagi suatu jenis makhluk hidup untuk berevolusi menjadi jenis makhluk hidup lain. Kita, orang Kristen, percaya pada firman Allah. Segala yang di luar “demikianlah firman Allah”, tidak dapat kita percayai. Dunia mungkin mengejek cara kita berpikir, tetapi kita cukup puas dengan Firman Allah.
Banyak orang tidak percaya kepada Allah. Akibatnya, mereka menyimpang tanpa tujuan dan memikirkan teori mereka sendiri. Mereka mengira mustahil bagi Allah untuk menjadikan sesuatu dari yang tidak ada, dan membuat manusia dari debu tanah. Namun, bagi kita, sebuah embrio kecil dari suatu jenis binatang bisa mengalami sejumlah proses evolusi untuk menjadi seekor monyet, dan kemudian setelah melalui banyak tahap evolusi lagi, maka monyet tersebut bisa menjadi seorang manusia, adalah sesuatu yang jauh lebih tidak masuk akal lagi. Ini jauh lebih tidak masuk akal dari pada Allah menciptakan manusia!
Pada awalnya kaum penganut teori evolusi mengatakan bahwa nenek moyang manusia berasal dari binatang yang hidup ribuan tahun yang lalu. Sekarang mereka berkata ribuan tahun yang akan datang, keturunan kita akan menjadi binatang yang tidak berbentuk, tanpa jari tangan dan jari kaki. Mereka membicarakan hal-hal milik ribuan tahun yang lalu atau ribuan tahun yang akan datang, hal-hal yang sama sekali tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Namun, ada orang Kristen yang menjadi ragu akan kebenaran firman Allah karena terpengaruh oleh teori seperti teori evolusi. Mereka mulai mempercayai apa yang tidak dikatakan Alkitab, sebaliknya apa yang jelas-jelas tertulis dalam Alkitab justru mereka ragukan. Kiranya Tuhan menjaga kita dari kondisi yang demikian dengan berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan.

Penerapan:
Saat menghadapi berbagai ujian, kita perlu ingat bahwa kita ada di hati Allah. Ia menganggap kita begitu berharga. Ia telah menyiapkan segala sesuatu bagi kita. Allah tidak pernah bermaksud jahat terhadap kita. Semua ujian, bahkan yang terberat sekali pun pasti adalah untuk kebaikan kita.

Pokok Doa:
Terima kasih ya Allah atas karya-Mu yang agung. Di antara semua ciptaan-Mu, kami mendapatkan tempat yang utama, agar kami boleh memuliakan Engkau di bumi dan melaksanakan kehendak-Mu

-Daily Manna-

///Audy
the truth shall set you free

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s