Menjadikan Firman Tuhan sebagai Makanan Utama di dalam Hidup Kita

Posted: September 4, 2011 by sityb in Uncategorized

Subject: Menjadikan Firman Tuhan sebagai Makanan Utama di dalam Hidup Kita

Jika kita membaca di dalam kitab Perjanjian Lama, maka kita menemukan bahwa di setiap kisah yang dialami bangsa Israel merupakan suatu gambaran yang dapat menjadi pembelajaran bagi umat Tuhan. Dalam Keluaran 16:14-18, bangsa Israel telah dipelihara dan diberi makan ‘manna’ oleh Tuhan di padang gurun selama 40 tahun. Tuhan bisa saja menambahkan daging sebagai menu tambahan mereka, tetapi menu utama selama di padang gurun tetaplah manna.

Sama seperti halnya di dalam kehidupan kita, Tuhan ingin agar kita menjadikan firman Tuhan seperti manna/makanan pokok. Seperti apa kita memperlakukan firman Tuhan, maka demikian pula firman Tuhan akan ‘memperlakukan’ kita. Apabila kita mau untuk mendengar, merenungkan, dan menaati firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka firman itu akan bekerja dan berkuasa di dalam hidup kita.

Dalam Keluaran 16:31-35, Tuhan menuntut bangsa Israel untuk sungguh-sungguh mengingat dan menjadikan manna sebagai bagian terpenting di dalam kehidupan mereka, dengan menaruhnya di dalam sebuah buli-buli dan ditempatkan di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan bersama dengan dua loh batu dan tongkat Harun yang bertunas (Bilangan 17:8-11). Dua loh batu berisi tulisan tangan Allah sendiri mengenai sepuluh hukum Taurat dan sebagai lambang dari kemuliaan TUHAN.

Ada tiga hal yang akan terjadi bila kita memperlakukan firman Tuhan dengan benar. Pertama, firman Tuhan akan “berbicara” dalam kehidupan kita. Ada seorang perawat yang tinggal di Hiroshima dan setiap pagi selalu setia membaca firman Tuhan. Suatu hari, perawat ini mendengar suara Tuhan, melalui pembacaan firman-Nya, menyuruhnya naik ke atas gunung. Perawat ini menaatinya dan tepat waktu dia berada di atas gunung, pesawat Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan menghancurkan seluruh kota sedang si perawat selamat.

Kedua, firman Tuhan akan memberikan arahan dan petunjuk kepada setiap kita untuk mengambil keputusan. Ijinkan kehidupan kita dipimpin oleh Allah dan firman-Nya dan bukan oleh uang, hikmat, dan kekuatan kita saja. Ada dua orang kakak beradik. Sang kakak tetap mau menjadikan firman Tuhan sebagai kekuatan dalam hidupnya, sedang sang adik tidak mau berurusan lagi dengan firman Tuhan dan mengambil jalan hidupnya sendiri. Sang kakak akhirnya menjadi seorang yang sukses dan membawa dampak positif di mana-mana. Sedangkan sang adik hidupnya berubah menjadi berantakan.

Ketiga, Firman Tuhan akan menjadi sumber kekuatan bagi kita. Di mana ada seorang ibu yang harus menanggung ujian dan cobaan yang tidak seharusnya ia tanggung. Tapi ibu ini tetap memutuskan untuk memiliki hati yang lapang dan tetap setia membaca dan menjadikan firman Tuhan sebagai sumber kekuatan di dalam hidupnya. Pada akhirnya ibu ini menjadi seorang wanita yang tegar dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada dan memiliki kerinduan untuk dapat berbagi kasih Tuhan di mana pun ibu ini berada.

Marilah kita sungguh-sungguh menjadikan firman Tuhan seperti manna/makanan pokok di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bila kita dengan benar memperlakukan firman Tuhan di dalam kehidupan kita, maka firman Tuhan akan “berbicara” dalam kehidupan kita, memberikan arahan dan petunjuk dalam setiap kita mengambil keputusan, dan firman Tuhan akan menjadi sumber kekuatan bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.

(Sumber: Ringkasan khotbah di gereja)

Sent from my BlessingBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s