Sikap Hati Seorang Pemenang

Posted: September 1, 2011 by sityb in Uncategorized

Subject: Sikap Hati Seorang Pemenang

Bernie Ecclestone adalah seorang bos dari mobil Formula 1. Pada suatu hari ketika dia sedang berjalan-jalan, tiba-tiba ada seorang yang datang dan memukulnya. Arloji yang dikenakannya (yang merupakan official dari Formula 1) dicuri oleh orang tersebut. Bernie segera menelpon manajer dan timnya untuk segera datang, meminta dirinya difoto lengkap beserta dengan wajah dan hidung yang sudah babak belur, dan dijadikan iklan untuk arloji tersebut. Tak lupa juga ditulis tentang apa yang rela dilakukan oleh seseorang demi mendapatkan jam itu. Foto Bernie dengan wajah yang babak belur dapat menaikkan omzet penjualan dari arloji tersebut.

Setiap orang dapat mengalami musibah di dalam kehidupannya, tetapi bagaimana cara menyikapinya itu yang membedakannya. Setiap musibah dapat diubah menjadi berkat, tergantung bagaimana cara kita menyikapi keadaan tersebut. Situasi dan keadaan yang terjadi di luar memang tidak dapat dikendalikan, tetapi kita masih dapat mengendalikan sikap hati kita.

Dalam buku “The Inner Game of Tennis”, diceritakan tentang bagaimana caranya menjadi seorang juara. Seorang juara bukanlah seorang yang memiliki teknik bermain tenis yang hebat saja, tetapi juga dapat “melatih” bagian di dalamnya. Bagian yang di dalam itu berbicara tentang sikap hati. Kalau kita dapat melatih sikap hati sebagai seorang pemenang, maka kita dapat memenangkan kehidupan ini. Sebagai orang percaya, milikilah mental seorang pemenang, karena Tuhan sudah menaruh Roh-Nya di dalam kehidupan kita.

Melatih “bagian di dalam” juga termasuk berbicara tentang bagaimana sikap hati ketika menghadapi kekecewaan di dalam hidup ini. Kekecewaan yang tidak segera diatasi, dapat merusak kehidupan kita. Seseorang dapat mengalami kekecewaan karena memiliki harapan dan keinginan yang besar. Dan semakin besar harapan dan keinginan, semakin besar pula potensi untuk dikecewakan. Dikatakan dalam kitab Yakobus 1:14-15, bahwa harapan dan keinginan yang berpusat pada diri sendiri akan mengalami kekecewaan.

Milikilah pengharapan pada Tuhan, karena tidak akan pernah dikecewakan. Kekecewaan tidak boleh lama-lama tinggal di dalam hidup kita. Izumi Tateno adalah seorang pianis terkenal. Suatu hari, ketika dia memainkan lagu terakhir pada konsernya, dia terjatuh dan terkena stroke. Keluarga dan teman-temannya berusaha menolong dengan memberi gubahan lagu yang khusus ditulis untuk bermain piano dengan satu tangan. Pada awalnya Izumi marah. Tetapi akhirnya ia dapat menerima kelemahannya, dan bermain piano kembali.

Tuhan selalu memiliki cara yang indah di dalam kehidupan ini. Jangan biarkan kekecewaan merusak potensi dan hubungan baik di antara sesama. Di dalam kitab Matius 11:6, kita diperingatkan agar berhati-hati jangan sampai hubungan kita dengan Tuhan menjadi jauh, hanya karena kekecewaan yang tidak segera diatasi. Kekecewaan juga dapat membuat kita kehilangan harapan, semangat, dan kegairahan di dalam hidup. Obat penawarnya adalah hati yang gembira (Amsal 17:22).

Tips bagaimana mengatasi kekecewaan di dalam kehidupan ini adalah sebagai berikut. Pertama, jangan pernah ijinkan keadaan di sekitar mendikte kita untuk melakukan apa yang harus kita lakukan. Tuhan sudah menempatkan Roh-Nya dalam hidup kita, supaya kita membawa dampak perubahan yang baik di sekitar kita. Victor Frankl, salah satu dari segelintir orang yang lolos dari kamp kematian Nazi mengatakan, “Kamu boleh mengambil apa saja dari hidupku, tetapi kamu tidak boleh menyentuh sikap hatiku untuk menentukan apa yang mau aku lakukan.”

Kedua, kita belajar untuk bergembira, karena itu adalah obat. Kegembiraan (bersukacita) adalah suatu keputusan yang harus kita ambil dan lakukan, di mana nantinya ikut menentukan perasaan kita. Keadaan apapun boleh terjadi, tetapi kita belajar untuk bersukacita karena Tuhan sudah menebus dosa-dosa kita dan Dia sudah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya (Habakuk 3:17-18).

Ketiga, mendekat kepada Tuhan (Matius 11:28-30). Kita dapat belajar dari kehidupan bangsa Israel. Ketika hidup mereka menjauh dari Tuhan, banyak lawan dan masalah menimpa hidup mereka. Tetapi ketika mereka bertobat dan kembali mendekat kepada Tuhan, hidup mereka dipulihkan. Tuhan ingin agar kita dapat menyelesaikan setiap permasalahan di dalam kehidupan ini. Dan itu hanya didapat ketika kita memiliki kehidupan yang dekat pada Tuhan, di mana Dia akan memberikan hikmat dan jalan-jalan-Nya yang terbaik bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.

(Disarikan dari khotbah di gereja)

Sent from my BlessingBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s