Masa Usia Lanjut Kita

Posted: April 18, 2011 by sityb in Uncategorized

Subject: Masa Usia Lanjut Kita

Ketika jalan kita sudah tidak bisa lagi tegak seperti pada masa muda kita dahulu. Rambut kita mulai berkurang dan menyisakan uban. Pinggang kita pun sering ngilu dan nyeri, adanya ancaman Osteoporosis yang semakin mendekat. Gigi-gigi kita sudah tidak sekomplit dulu. Tenaga kita mulai jauh berkurang dan nafas kita mudah tersengal-sengal di sela-sela aktifitas. Sebuah keadaan yang menyadarkan bahwa kita sudah mulai memasuki fase usia lanjut!

Bagi banyak orang, memasuki fase usia lanjut dan menjadi manula adalah momok tersendiri. Membayangkan diri tersergap sepi. Takut kalau-kalau nanti harus “turun mesin” dan berobat ke sana ke mari. Hampir sebagian besar orang mengalami stres ketika memasuki masa “post power syndrome”, jika mulai mengalami gejala-gejala tersebut di atas. Meski memasuki usia yang semakin lanjut, janganlah pernah percaya bahwa usia lanjut adalah momok yang menakutkan.

Ada kabar baik bagi yang mulai memasuki usia yang semakin lanjut: “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” (Mazmur 92:15-16).

Sebuah survey yang mempelajari kehidupan 400 orang terkenal menemukan bahwa 66% pencapaian terbesar mereka terjadi di atas usia 60 tahun! Konrad Adenauer masih menjadi kanselir Jerman Barat pada usia 80 tahun dan ia memutuskan untuk tidak pernah pensiun. Michael Angelo pada usia 90 tahun masih tetap melukis, meski harus sambil berbaring. Paderewski masih bermain piano pada usia 79 tahun dan membuat hadirin harus melakukan “standing ovation” setelah mendengar permainannya. Kolonel Sanders pun memulai bisnis KFC-nya di usia 65 tahun.

Jika kita menjadi tua, itu bukan berarti waktu untuk memasuki masa pensiun. Pensiun dari jabatan pekerjaan boleh-boleh saja, tetapi semangat dan idealisme kita jangan pernah pensiun! Percayalah bahwa kita masih dapat terus melakukan sesuatu yang berarti, ketika kita memasuki usia lanjut. Sebagai orang percaya, kita tidak akan pernah kenal dengan “post power syndrome”, sebab sampai pada masa tua kita akan masih terus “berbuah”.

Isilah masa usia lanjut kita dengan sesuatu yang berarti dan menjadi berkat bagi banyak orang. Jadilah berkat di mana pun kita berada. Tuhan Yesus memberkati.

Sent from my BlessingBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s