Dibawa oleh Roh untuk diuji (DM-MATIUS-35)

Posted: March 25, 2011 by sityb in Uncategorized

DIBAWA OLEH ROH UNTUK DIUJI

Ayat bacaan: Mat. 4:1-4; Rm. 8:28; Why. 12:9-10

Galatia 5:25
Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

Setelah dibaptis dalam air dan diurapi dengan Roh Allah, Yesus sebagai manusia bergerak menurut pimpinan Roh. Dia pergi ke padang gurun bukan atas maksud-Nya sendiri, melainkan dibawa oleh Roh Kudus yang turun di atas-Nya. Tanpa seizin kedaulatan Allah takkan terjadi apa pun pada anak-anak Allah. Kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu demi kebaikan kita (Rm. 8:28). Dalam Rencana Allah, kita selalu akan diuji setelah kita diurapi dan ditentukan untuk sesuatu. Bahkan Tuhan Yesus pun tidak terkecuali. Pertama-tama, Roh membawa Raja yang telah diurapi untuk dicobai oleh Iblis. Pencobaan ini adalah suatu ujian untuk membuktikan apakah Dia bersyarat menjadi Raja Kerajaan Surgawi.
Matius 4:2 mengatakan, "Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus." Tuhan berpuasa empat puluh hari empat puluh malam. Empat puluh hari empat puluh malam adalah masa pengujian dan penderitaan (Ul. 9:9, 18; 1 Raj. 19:8). Selanjutnya Matius 4:3 mengatakan, "Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Ujian pertama adalah masalah penghidupan insani, yaitu masalah nafkah. Masalah penghidupan memang sangat menyentuh kita, bahkan Tuhan Yesus pun diuji atas masalah ini. Makanan merupakan kebutuhan manusia yang sangat mendesak, juga adalah satu pencobaan besar. Sebagai manusia, kita memerlukan makanan sehari-hari. Iblis tahu hal ini. Karena itulah, pertama-tama ia mencobai Yesus di atas perihal makanan. Makanan menunjukkan ketergantungan hidup manusia. Demi eksistensi kehidupan rohani kita, kita perlu makan firman-Nya. Saudara-saudari apakah kita merasa sangat membutuhkan firman Allah melebihi makanan jasmani kita?

Tuhan dibawa berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam. Setelah empat puluh hari empat puluh malam ini, Ia lapar, dan si pencoba datang kepada-Nya sambil berkata, "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti" (Mat. 4:3). Terhadap usul ini Tuhan menjawab, "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat. 4:4). Banyak orang Kristen mengira bahwa selama Tuhan berpuasa, Dia tentu tidak makan apa-apa. Namun ayat ini mewahyukan bahwa selama Tuhan Yesus berpuasa, Dia pun makan. Secara lahiriahnya Ia berpuasa, namun secara rohaninya Ia makan. Meskipun Dia tidak makan untuk memelihara tubuh jasmani-Nya, tetapi Ia makan banyak firman untuk memelihara roh-Nya. Inilah ujian atas masalah penghidupan kita.
Di sini kita nampak satu prinsip penting. Dalam ministri dan pekerjaan Tuhan, jika kita tidak tahu bagaimana mengesampingkan keperluan jasmani kita dan memperhatikan tuntutan keperluan rohani, kita tidak bersyarat bagi ministri-Nya. Agar bersyarat dalam ministri Tuhan, kita harus diuji. Kita harus mampu mengorbankan keperluan jasmani kita. Tempat tinggal yang baik, makanan yang lezat, dan pakaian yang indah, semuanya tak lain hanyalah keperluan sekunder. Tidak sedikit anak-anak Allah, karena memperhatikan standar kehidupan, mereka mengabaikan tuntutan kerohanian di dalam mereka. IIblis akan berkata: "Kamu perlu bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan semuanya itu." Selama empat puluh hari empat puluh malam Tuhan mengabaikan makanan jasmani, melupakan tuntutan jasmani. Sebaliknya, Dia hanya memperhatikan keperluan rohani – firman Allah yang hidup.
Dalam menempuh jalan gereja, ujian pertama ialah kita akan menghadapi penurunan standar penghidupan kita. Iblis banyak menipu dengan cara ini. Tidak jarang kita menjadi kuatir akan apa yang akan kita makan, minum dan pakai. Inilah ujian dalam aspek penghidupan jasmani kita. Setiap orang yang menempuh jalan Tuhan akan diuji atas masalah penghidupan sehari-hari. Walau demikian, kita harus menunjukkan kepada seluruh alam semesta bahwa perhatian kita bukanlah pada makanan lahiriah, melainkan makanan rohaniah.

Doa:
Ya Bapa, Engkaulah yang memelihara burung-burung di udara dan yang menghiasi bunga-bunga bakung di padang. Karena itu, tidak ada alasan bagiku untuk khawatir akan apa yang akan kumakan dan apa yang akan kupakai. Engkau mengetahui semua keperluanku. Bapa, jadikan aku orang yang selalu berpegang pada firman janji-Mu dan tidak menyangkal nama-Mu.

///Audy

Sent from my HTC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s