Bacaan bagi orang tua dan pemuda/remaja (1)

Posted: March 15, 2011 by sityb in Uncategorized

MEMILIH PASANGAN HIDUP

Sebelumnya saya ingin utarakan beberapa perkataan. Problematika remaja saat ini adalah dampak modernisasi dan globalisasi yang membawa cara berpikir dan bertindak bebas. Cara berpikir pemuda remaja zaman ini sangat berbeda dengan zaman dulu. Peranan orang tua sangat diperlukan dalam hal ini. Orang tua Kristen harus menguasai konsep dan kebenaran tentang keselamatan dan dapat mengajarkannya kepada anak-anak, itu adalah hal yang paling mendasar yang seharusnya ditanamkan sejak anak itu mulai memasuki masa remaja (pubertas). Masa remaja adalah masa dimana mereka harus ditanamkan perkara-perkara dasar kekristenan. Kalau tidak, biasanya remaja akan memakai kebebasannya untuk memilih keyakinannya sendiri berdasarkan pemahamannya sendiri yang banyak dipengaruhi pergaulannya. Remaja dan orang muda aat ini dapat melawan orang tua dengan alasan pemaksaan dan hak azasi. Pengaruh globalisasi yang paling buruk adalah membuat orang muda menjadi atheis, tidak percaya akan adanya Tuhan karena kebebasan yang dia miliki. Jadi dalam hal ini, sebagai orang tua harus memberi perhatian dan mempergunakan otoritasnya secara baik dan efisien terhadap anak remajanya. Di satu pihak, sebagai anak, orang muda hanya perlu menghormati orang tua, itu saja yang diperlukan dari sisi anaknya, sekali lagi yang diperlukan orang muda adalah menghormati orang tua.
Allah menciptakan manusia dan memberinya kehendak bebas termasuk dalam memilih pasangan hidup. Allah juga menciptakan manusia dengan kemampuan untuk merasa dan berpikir dengan baik. Dengan kemampuan untuk merasa dan berpikir inilah seharusnya manusia memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidupnya. Dalam proses pemilihan tersebut, Alkitab memberikan beberapa pedoman penting:

1. Jangan memilih seorang yang bukan Kristen sebagai pasangan hidup.

Rasul Paulus menyatakannya secara tegas dalam 2Korintus 6:14-15,
“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?”
Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, oleh karena menyangkut satu hal yang sangat mendasar, yaitu dasar dan pandangan hidup. Perbedaan dasar dan pandangan hidup akan mempersulit proses komunikasi dan penerimaan satu dengan yang lain. Banyak pengalaman kegagalan dari pasangan yang tidak seiman seharusnya menjadi tolok ukur. Pemaksaan untuk menikah dengan pasangan berlainan keyakinan dalam hal ini hanya akan menghasilkan kesukaran, perselisihan, penderitaan lahir dan bathin, dilematika pada anak di kemudian hari bahkan yang sering terjadi adalah kekerasan dalam rumah tangga dan perceraian. Keyakinan akan kebahagiaan hidup dengan pasangan hidup yang tidak seiman ibarat berjudi. Tidak ada orang yang menjadi kaya dan bahagia hidupnya karena judi. Pastikanlah perkara ini baik-baik, ini adalah perkataan Alkitab tentang pasangan hidup. Alkitab dalam hal memilih pasangan hidup tidak memberi orang Kristen kebebasan. Jangan membuat Allah murka dan hidup kita tidak diberkati hanya karena kita tidak mengindahkan Alkitab.
2. Pertimbangkanlah kesesuaian (compatibilities) antara diri Anda dan pasangan Anda.

Allah menghendaki setiap orang Kristen mendapatkan pasangan yang seimbang dan sesuai di dalam kehidupannya. Kejadian 2:20,
“Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung- burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.”
Kesesuaian adalah kunci untuk sebuah hubungan yang kuat. Kesesuaian tidak berarti sama persis, tetapi kesesuaian berarti berbeda tetapi bisa saling melengkapi dan menerima. Kesesuaian ini meliputi bidang-bidang: kerohanian, kemampuan rasio, dan kematangan sikap hidup. Semakin sedikit kesesuaian yang ada, semakin sulit untuk membangun relasi yang kuat dan mantap. Oleh karena itu, sebelum hubungan bergerak terlalu jauh, perhatikanlah masalah kesesuaian ini. Ingatlah, pernikahan hanyalah pengalaman sekali seumur hidup.

3. Pertimbangkanlah karakternya

Dalam kisah hamba Abraham menemukan Ribka, dia meminta Tuhan untuk menunjukkan kepadanya seorang wanita yang tindakannya menunjukkan kerendahan hati, ketaatan, dan sikap melayani (Kejadian 24:13-14). Martin De Haan memberikan beberapa kualitas karakter yang penting bagi orang Kristen yang akan memasuki pernikahan pada masa kini: 1. Kesediaan untuk melayani, kerendahan hati (Yohanes 13:1-7, Roma 12:16). 2. Kemurnian dalam hal seksual (Roma 13:13-14, Ibrani 13:4). 3. Prioritas yang benar dalam hidup (Pengkhotbah 2:1-11).
4. Komitmen untuk bergereja dan melayani (Ibrani 10:24-25). 5. Sikap mengasihi (Yohanes 13:35).
6. Penguasaan diri (Amsal 23:20-21).
7. Tanggung jawab (1Timotius 5:8).

Tentunya daftar ini tidak seharusnya menjadikan kita mencari orang yang sempurna. Tidak ada orang yang sempurna, tetapi kesediaan untuk terus belajar dan bertumbuh dalam karakter-karakter di atas sangatlah penting.

Beberapa tips yang berguna
Dari kisah hamba Abraham menemukan Ribka sebagai jodoh bagi Ishak, terdapat beberapa tips yang berguna dalam proses menemukan pasangan hidup yang cocok. Perhatikanlah beberapa tips sederhana berikut ini:

1. Carilah di tempat yang tepat

Eliezer tidak mencari pasangan bagi Ishak di kampung orang Kanaan. Ia mencari pasangan bagi Ishak di tempat di mana orang- orang juga menyembah Tuhan yang benar. Demikian juga bagi kita sekarang. Temukanlah calon pasangan hidup kita, di tempat yang tepat.

2. Minta pertolongan Tuhan

Eliezer berdoa dan memohon pimpinan Tuhan (Kejadian 24:12). Demikianlah juga hendaknya yang kita lakukan. Dengan berdoa berarti kita mengakui keterbatasan yang ada, dan sekaligus mengakui keutamaan Tuhan di dalam kehidupan kita.

3. Jangan mendasarkan keputusan semata-mata mengikuti satu “tanda”
Meskipun kita menyakini “tanda” itu berasal dari Allah; tetap pergunakanlah akal sehat. Eliezer terus menerus mengamati dan menilai Ribka, walaupun ia sudah mendapati bahwa “tanda” yang dimintanya telah terpenuhi (Keluaran 24:21).

4. Meminta pertimbangan orang lain

Ribka pun sebelum ia akhirnya bersedia mengikuti hamba Abraham, terlebih dahulu mendengarkan pendapat dari keluarganya (Keluaran 24:51, 58-61). Satu hal yang perlu diingat dalam masa pencarian pasangan hidup: “True love takes time”.
(editan dari sebuah artikel)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s