Seri Pengetahuan Dasar Kristen-MENGENAL GEREJA (2)

Posted: March 14, 2011 by sityb in Uncategorized

I Korintus 1:2: “Jemaat Allah, . . . yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus.”

I Korintus 12:12: “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.”

UNSUR YANG MEMBENTUK GEREJA
Gereja terbentuk dari orang-orang yang percaya ke dalam Kristus, yang memiliki hayatNya. Seperti yang tertulis dalam I Korintus 1:2, gereja adalah orang-orang kudus yang dikuduskan dan dipanggil oleh Kristus Yesus. Orang yang tidak percaya ke dalam Kristus, tidak dapat menjadi unsur pembentuk gereja. Sanak keluarga kita yang terdekatpun, bila mereka belum diselamatkan, mereka tidak dapat menjadi unsur pembentuk gereja; mereka harus diselamatkan dahulu, memiliki hayat Tuhan, menjadi orang-orang kudus, baru mereka dapat menjadi bagian dari unsur pembentuk gereja.
Gereja adalah Tubuh Kristus, maka unsur pembentuk gereja adalah kita yang menjadi anggota-anggota TubuhNya. Seperti yang dikatakan I Korintus 12:12, “Seperti tubuh itu satu, dan anggota-anggotanya banyak, . . . demikian pula Kristus.” Kristus di sini, mengacu kepada Kristus yang korporat, Kristus sebagai Kepala, dan gereja sebagai TubuhNya, yang tersusun dari seluruh umat imani yang menjadi anggota-anggota TubuhNya. Semua orang yang beriman ke dalam Kristus, mempunyai hubungan yang organik dengan Dia, dan disusun oleh hayat dan esensi Kristus, membentuk Tubuh yang organik, untuk mengekspresikan Dia.

DUA ASPEK GEREJA DAN SEBUTANNYA
Ada dua aspek gereja, yaitu aspek universal dan aspek lokal. Dalam Matius 16:18 Tuhan berkata, “Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gerejaKu.” Gereja yang disebut Tuhan disini adalah pada aspek universalnya, yang hanya satu-satunya, termasuk semua orang yang percaya ke dalam Dia, dari sejak jaman dulu, sekarang dan yang akan datang. Selain itu, dalam Matius 18:17 Tuhan juga berkata, “Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada gereja.” Gereja yang disebut di sini adalah pada aspek lokalnya (setempat), jumlahnya banyak, umat imani di tempat-tempat itu dapat menyampaikan keluhan mereka kepada gereja-gereja ditempat mereka tinggal. Gereja pada aspek lokal ini, muncul di tiap-tiap lokal. Gereja di tempat tertentu, hanya mencakup semua umat imani yang percaya ke dalam Kristus yang tinggal di tempat itu saja.
Pada satu aspek, gereja adalah yang hanya satu-satunya (unik), tidak perlu ada nama yang khusus. Gereja adalah gereja, tidak perlu ada nama gereja ini atau gereja itu; nama yang menuruti golongan-golongannya seperti: gereja Presbiterian, Gereja Lutheran, Gereja Baptis, dan lain-lain. Memberi nama tertentu pada gereja, itu berlebihan, tidak sesuai dengan Alkitab. Pada aspek lain, meskipun secara universal gereja hanya ada satu, namun pernyataannya di bumi adalah di banyak tempat/lokal. Gereja-gereja lokal ini sifat-sifatnya tidak berbeda, perbedaannya hanyalah pada pemunculannya di tempat-tempat yang berbeda. Karena itu boleh menggunakan nama tempat gereja itu berada sebagai sebutan gereja itu. Seperti gereja di Yerusalem (Kisah Para Rasul 8:16), Gereja di Anthiokia (Kisah Rasul 13:11), ke tujuh gereja di tujuh tempat yang berada di propinsi Asia kecil (Wahyu 1:4,11).

#nyambung..

///Audy

Join Us !
Kirim email kosong ke: kombb-subscribe@yahoogroups.com
(Gunakan Yahoo / Gmail)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s