Masa Penuaian 【ツ】

Posted: January 4, 2010 by sityb in Uncategorized

Seekor laba-laba besar tinggal di sebuah ladang jagung. Ia merenda jaring yang besar dan indah pada tangkai-tangkai jagung. Laba-laba ini menjadi gemuk karena memangsa serangga-serangga kecil yang terperangkap pada jaringnya. Ia berencana tinggal disitu sepanjang hidupnya.

Suatu hari laba-laba besar tersebut menangkap serangga kecil yang melintas. Baru saja ia hendak memakannya, serangga kecil itu berkata, “Jika engkau membiarkan aku pergi, aku akan memberitahukan sesuatu yang penting yang akan menyelamatkan hidupmu.” Laba-laba besar berhenti sejenak untuk mrndengarkan.

“Lebih baik engkau keluar dari ladang jagung ini, karena musim panen sudah tiba,” kata serangga kecil. Laba-laba besar tersenyum sambil berkata, “Apakah yang kau maksudkan dengan panen? Kupikir kau akan menuturkan suatu cerita untukku.”

Tetapi serangga kecil berkata, “Ini masalah serius, akan segera tiba musim panen. Pemilik ladang ini akan datang dan segera memanen jagungnya. Semua batang jagung akan ditebang dan buah jagung akan dikumpulkan. Engkau akan mati oleh mesin pemanen jika engkau tetap tinggal disini.”

Laba-laba besar menjawab, “Aku tidak percaya masa penuaian dan tidak juga terhadap mesin penuai yang mematikan itu. Bagaimana kau bisa meyakinkanku tentang hal itu?” Serangga kecil menjawab, “Lihat saja jagung-jagung itu. Mereka ditanam berjejer secara teratur. Ini merupakan bukti bahwa ladang jagung ini ada pemiliknya, ada seseorang yang telah menanam jagung-jagung ini dengan sengaja.”

Sambil tertawa mengejek, laba-laba berkata, “Ladang jagung ini ada dengan sendirinya dan jagung-jagung juga tumbuh dengan sendirinya.” Serangga kecil kembali mengingatkan, “O tidak, jagung ini telah ditanam oleh seseorang dan panen akan segera tiba.” Dengan geram laba-laba besar berkata, “Aku tidak percaya padamu,” setelah itu ia menyantap serangga kecil tersebut.

Beberapa hari kemudian, laba-laba besar tertawa lagi ketika mengingat apa yang sudah dikatakan oleh serangga kecil kepadanya. Ia berkata kepada dirinya sendiri, “Panen! Sungguh ide yang bodoh. Aku sudah tinggal disini cukup lama dan tidak ada sesuatu yang menggangguku. Aku akan tinggal disini selamanya karena tidak akan ada orang yang datang dan mengganggu ladang ini. Hidup ini sungguh indah!”

Hari berikutnya, laba-laba besar baru saja hendak beristirahat ketika ia mendengar suara mesin yang sangat keras. Batang-batang jagung berebahan dan laba-laba itu pun mati.

Tidak sedikit yang mentertawakan berita Injil dan menganggap kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sebagai berita omong kosong. Mereka terlena oleh indahnya dunia ini dan menolak ajakan untuk setia kepada Tuhan. Pada akhirnya nanti, kedatangan Tuhan akan mengejutkan mereka yang tidak siap sedia. Tetapi bagi mereka yang menantikan Dia, akan menikmati sukacita besar karena mereka akan masuk dalam perhentian dan kemuliaan kekal.

Sumber: bro Ricky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s