Bibir yang Bersih

Posted: December 21, 2009 by sityb in Uncategorized

Kadang kita, tidak dapat menjaga bibir kita sendiri..dalam situasi tertentu kita sering mengeluarkan kata-kata yg tidak pantas.

Bro n Sis mungkin pernah dengar pendapat seperti ini
“Orang itu sebenarnya baik, hanya kata-katanya saja yg jelek”

Apakah setuju dan bisa menerima pendapat seperti itu?

Bagaimana dengan firman Tuhan?

“Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” (Matius 12:35)

Siapakah seseorang dan orang macam apakah dia atau karakternya dapat dilihat dari caranya berkata-kata dan apa yg ia ungkapkan.

“Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:” (Amsal 6:16).

Diantaranya; ayat 17 dan 19
“mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,” (Amsal 6:17).

“seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.” (Amsal 6:19).

Perkara dosa manusia yang karena perkataan, memiliki bobot yang sama dengan tindakan.

Apa yg terkandung dalam perkataan??

1. Perkataan dan kehidupan
Dalam setiap perkataan ada sebuah kuasa yg menyertainya.
Bisa kuasa yg membawa kehidupan dan bisa pula kuasa yg membawa kematian.

“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Amsal 18:21).

“Adapun lidah itu suatu api; maka di antara segala anggota kita lidah itulah suatu dunia kejahatan, maka ialah yang mencacatkan segenap tubuh dan menghanguskan segala gerakan hidup kita, sedang ia sendiri dihanguskan oleh api neraka.” (Yakobus 3:6).

2. Perkataan dan iman

Perkataan itu sama dengan tindakan. Merupakan refleksi dari iman. Ketika seseorang memiliki iman, ia juga memiliki perkataan sebagai hasil dari iman.

“Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.” (2 Korintus 4:13).

“…Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Matius 17:20).

3. Perkataan dan Keselamatan
Ada dua tindakan yg harus dilakukan, yaitu percaya (iman) dan mengaku (berkata)

“Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Roma 10:8-10)

4. Perkataan dan pengampunan Dosa

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9).

5. Perkataan dan Kuasa

Melalui Perkataan kuasa roh dilepaskan atau dialirkan.
“Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.” (Matius 8:16).

Notes:
Tuhan merindukan umat yg bukan hanya memiliki kelakukan yg bersih, melainkan juga bibir yang bersih dan berkenan.

“”Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.” (Zefanya 3:9).

Daud meminta kepada Tuhan agar diberi ucapan atau bibir yang berkenan.
“Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.” (Mazmur 19:14).

Malaikat Mikhael, sekalipun berhadapan dengan iblis, tidak memakai kata-kata yg tidak pantas atau tidak senonoh dalam melawan iblis.

“Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!”” (Yudas 1:9).

Bro n sis…
Apakah masih bisa menerima pendapat “Orang itu sebenarnya baik, hanya kata-katanya saja yg jelek”?

Tuhan Memberkati
5W + 1H
Herdyang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s