Gereja Raksasa di Kemayoran Berluas 12.000 Meter Persegi

Posted: October 21, 2009 by Tips Gadget in Uncategorized
Tags: ,

Aprizal Rahmatullah – detikNews

Sebanyak delapan pilar besar mirip mercusuar dan 36 pilar kecil dengan sentuhan khas warna krem membuat gereja ini nampak kokoh berdiri.
(Foto: Mega Ratya/detikcom)
Jakarta – Kompleks Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) yang berada di Jalan Angkasa Kemayoran Jakarta Pusat menjadi pusat perhatian baru. Gereja raksasa ini memiliki bangunan unik, karena beratap kubah. Kompleks ini berluas 12.000 meter persegi.

Pemantauan detikcom, ada tiga bangunan yang berdiri kokoh di kompleks ini. Bangunan pertama adalah gereja yang tersambung dengan bangunan kedua, Gedung Kebudayaan dan Institut. Bangunan ketiga, gedung yang menjulang tinggi yang disebut tower yang berlantai 24.

Dari tiga bangunan itu, yang paling menarik perhatian adalah bangunan gereja beratap kubah warna biru. Bangunan gereja berlantai enam ini ditopang oleh pilar-pilar besar dan kecil berwarna krem.

“Desainnya memang khusus, seperti keinginan Pak Tong (pendeta Stephen Tong-Red). Dibantu dengan arsitek dari Graha Cipta Adiprana,” kata Manajer Building, Jarot Herdiman kepada detikcom, Minggu (1/9/2009).

Selain dilakukan kegiatan ibadah, di kompleks ini juga dilakukan kegiatan belajar mengajar atau pendidikan. “Selain gereja, di sini ada juga gedung kebudayaan dan institut untuk aktivitas pendukung gereja,” ujar Jarot.

Hari ini, terlihat para jemaat gereja tampak hikmat mengikuti kebaktian. Ada sekitar 2.000 jemaat yang mengikuti kebaktian dan mendengarkan hotbah yang disampaikan Pendeta Tong.

Di dalam gereja ini, terdapat dua aula besar yaitu Aula Mesias Kathedral dan Aula John Calvin. Aula Mesias Kathedral terletak di lantai empat dan berkapasitas 4.800 jemaat dan Aula John Calvin terletak di lantai satu dengan kapasitas 2.200 jemaat.

Selain dua aula, gereja ini juga memiliki banyak ruangan lain. Antara lain ruangan yang digunakan untuk aktivitas belajar mengajar. Para murid yang belajar tampak didominasi kawula muda dan anak-anak. Mereka diajar bahasa Inggris dan Mandarin.

Menurut Jarot, kegiatan di gereja hanya ramai pada Minggu saja. Sementara hari biasa, hanya ada kegiatan perkantoran. Berapa biaya pembangunan gereja ini? Jarot tak berwenang mengungkapkan. Namun, menurut radio Australia, kompleks ini dibangun dengan dana jutaan dollar. (asy/lrn)



Jumat, 27/02/2009 16:01 WIB
Gereja Raksasa Berdiri Megah di Kemayoran
Mega Putra Ratya – detikNews
Jakarta – Selain Istiqlal dan Katedral, Jakarta tampaknya akan memiliki ikon tempat ibadah baru yang mengagumkan. Gereja raksasa nan megah dengan arsitektur indah berdiri di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat.

Bangunan megah dengan atap mirip kubah berwarna biru ini diberi nama Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII). Lokasinya tepat berseberangan dengan gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Pantauan detikcom, Jumat (27/2/2009), pembangunan Gereja tersebut belum tuntas. Masih ada sejumlah pekerja yang sedang merampungkan bangunan yang sudah hampir memasuki finishing ini.

Gereja raksasa itu, seperti dilansir Radio Australia 21 September 2008, tercetus dari buah pikiran seorang penginjil keturunan Tionghoa, Stephen Tong. Tujuan didirikannya gereja itu adalah untuk menghilangkan segala pandangan keliru bahwa di Indonesia tidak ada toleransi bagi agama-agama lain.

Bangunan megah ini memiliki 2 gedung tersambung dengan desain arsitektur yang berbeda. Gedung pertama menyerupai bangunan masjid karena di atapnya terdapat sebuah kubah besar berwarna biru. Kubah tersebut berbentuk bundar khas bergaya klasik.

Sebanyak delapan pilar besar mirip mercusuar dan 36 pilar kecil dengan sentuhan khas warna krem membuat gereja ini nampak kokoh berdiri. Di sekelilingnya terdapat jendela cermin berwarna biru laut.

Pada halaman utama dinding bangunan tertera sebuah tulisan ukuran besar “Solus Cristus Soli Deo Gloria”. Di sebelah kirinya tertulis “Sola Scriptura Sola Gratia Sola fide”. Sedangkan di depan pintu gerbang tertulis “Kasihi Allah Mu dan Kasihi Sesamamu”.

Untuk gedung kedua, lebih mirip perkantoran elit yang menjulang tinggi. Bangunan setinggi 20 lantai tersebut dikemas dengan arsitektur modern dengan balutan kaca cermin berwarna biru.

Di lokasi perkantoran sepanjang Jalan Angkasa, bangunan tersebut nampak mencolok karena ukurannya besar dan warna biru yang tegas. (ape/iy)


Jumat, 27/02/2009 19:29 WIB
Gereja Raksasa Kemayoran Kantongi Izin Pemda dan MUI
Mega Putra Ratya – detikNews

Jakarta – Sebuah gereja raksasa berdiri megah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pembangunan gereja itu ternyata sempat mendapat penolakan dari warga. Namun gereja itu telah mengantongi izin resmi.

“Pada awal pembangunan, sempat ada reaksi dari warga sekitar,” ujar Muhammad Chaidir kepada detikcom, Jumat (27/2/2009).

Chaidir adalah ketua RW 010, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, wilayah gereja tersebut bernaung.

Warga mempertanyakan, apa yang bisa didapat dari kehadiran gereja itu di tengah-tengah mereka. Warga ingin agar para pemuda sekitar yang belum mendapat pekerja dapat lebih diperhatikan.

“Mereka menjanjikan akan membantu warga sekitar dan pemuda di sini untuk dipekerjakan jika nanti gereja tersebut sudah benar beroperasi,” papar Chaidir.

Menurut Chaidir, pembangunan gereja ini dimulai sejak tiga tahun silam. Gereja ini juga sudah mendapat izin dari Pemda DKI dan MUI Jakarta Pusat.

Sejak beberapa bulan terakhir ini, aktivitas kegiatan di gereja tersebut sudah mulai berjalan.

“Pada saat Natal, Tahun Baru dan setiap hari Minggu selalu ramai,” jelasnya.

Tempat ibadah ini bernama Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII). Lokasinya tepat berseberangan dengan gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Gereja raksasa itu, seperti dilansir Radio Australia 21 September 2008, tercetus dari buah pikiran seorang penginjil keturunan Tionghoa, Stephen Tong. Tujuan didirikannya gereja itu adalah untuk menghilangkan segala pandangan keliru bahwa di Indonesia tidak ada toleransi bagi agama-agama lain. (mok/ndr)

Comments
  1. hai there says:

    tapi lebih sepi dari masjid sebelahnya. percuma ah mentereng kalo jamaahnya ga rajin kaya tmpt ibadah sebelahnya yg ramai sepanjang hari didatangi jamaah

  2. kombb says:

    hmmm… dibuat private bro… he he… hanya orang2 tertentu saja yg bisa baca….

  3. sunu says:

    tumben ada gereja sebesar itu dapat ijin di jaman sekarang ini ?????????????????????

  4. aku says:

    Klo di kasi izin itu karena Anugerah dan Kemurahan Tuhan. Dan karena akan ada rencana Tuhan yg besar. Makanya bisa dikasi izin. itulah hebatnya Tuhan Kita!!! He is Powerfull!!!

  5. desmon ferdianto says:

    saya mo dateng dunk kesana tapi gada yg dikenal disana, untuk ibadah remaja hari apa & jam brp?? tolong dibalez y? …thnks.

  6. Haris Mulyono says:

    Saya suka dengan motto yang terpampang di gereja ” Kasihilah AllahMu dan Kasihilah Sesamamu”. Pesan ini mengejak kita semua tanpa memandang agama dan ras untuk saling mengasihi. Puji Tuhan. Semoga Pak Stephen Tong lebih dasyat lagi dipakai Tuhan.

  7. fukuichi says:

    Semua agama mengajarkan yang baik…tapi terlepas dari itu semua, saya bangga terlahir sebagai pengikut Kristus…Praise U The Lord

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s