Koin Penyok

Posted: August 21, 2009 by sityb in Uncategorized

Seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur dan kondisi finansial keluarganya morat marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumahnya dengan barang-barang mewah, ia maih bergelut memikirkan caranya memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Kadang-kadang dia sangat sedih memikirkan nasibnya, anak-anak sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini dan tak yakin bahwa perjalanannya kali inipun membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu, karena merasa penasaran maka ia membungkuk dan mengambilnya…..
” Uh…., hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah Bank.

” Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno ” kata si teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti saran dan pergi membawa koinnya ke Kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar. Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang
diobral. Dia bisa berangan membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan
dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati
bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus dan mutunya terkenal. kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100
dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu dimata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkan dan menawarkan dapat menukar dengan sebuah lemari seharga tersebut. Lelaki itu berpikir ” ya sudahlah, aku tukar saja dari pada
aku juga akan membuat lemari, toh juga sudah untung harganya jauh lebih tinggi ”. Lelaki itu meminjam gerobak pengerajin dan diapun segera membawa pulang lemari tersebut.

Di tengah perjalanan dia melewati
perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya, melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah, wanita tersebut terpikat dan menawar lemari tersebut dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju dan kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Dipintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang dan kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan
berlari mendekati suaminya seraya berkata, ” Apa yang terjadi ? Engkau baik saja kan ? Apa yang diambil oleh perampok tadi ? “

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata. ” Oh, bukan apa-apa. hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi

”Bila kita sadar kita tak pernah
memiliki apapun di bumi, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan jika kita kehilangan sesuatu“

Matius 6:19-21
19. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. 21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s