<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Share it Through your Blackberry</title>
	<atom:link href="http://sityb.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sityb.wordpress.com</link>
	<description>Just another Christian blog, sent by BlackBerry</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Jan 2012 16:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sityb.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Share it Through your Blackberry</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sityb.wordpress.com/osd.xml" title="Share it Through your Blackberry" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sityb.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pita Putih</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2012/01/07/pita-putih/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2012/01/07/pita-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 16:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2012/01/07/pita-putih/</guid>
		<description><![CDATA[Pemuda itu duduk seorang diri di dalam bus sambil terus memandang ke luar jendela. Usianya dua puluhan, tampan, dan berwajah lembut. Kemejanya yang berwarna biru tua selaras dengan warna matanya. Rambutnya pendek tertata rapi. Terkadang ia memalingkan wajah dari jendela. Kecemasan yang membayang di wajahnya menyentuh hati wanita setengah baya di seberang tempat duduknya. Bus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=485&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemuda itu duduk seorang diri di dalam bus sambil terus memandang ke luar jendela. Usianya dua puluhan, tampan, dan berwajah lembut. Kemejanya yang berwarna biru tua selaras dengan warna matanya. Rambutnya pendek tertata rapi. Terkadang ia memalingkan wajah dari jendela. Kecemasan yang membayang di wajahnya menyentuh hati wanita setengah baya di seberang tempat duduknya. Bus baru saja mendekati pinggiran sebuah kota kecil. Wanita itu bergegas mendekati pemuda itu dan minta izin untuk duduk di sampingnya.</p>
<p>Setelah berbasa-basi sejenak, tiba-tiba pemuda itu berkata, &#8220;Saya dipenjara selama dua tahun. Saya baru dibebaskan tadi pagi dan kini saya akan pulang.&#8221; Ia mencurahkan isi hatinya bahwa ia dibesarkan dalam keluarga yang miskin namun menjunjung tinggi harga diri. Tetapi kejahatan yang dilakukannya telah mempermalukan dan menghancurkan hati keluarganya. Selama dua tahun ia tidak mendengar berita apa pun dari keluarganya. Ia tahu keluarganya sangat miskin sehingga tidak mampu membiayai ongkos perjalanan untuk mengunjunginya di penjara, dan ia juga tahu bahwa orangtuanya tidak terpelajar sehingga tidak dapat menulis surat. Ia berhenti menulis surat kepada mereka karena tak pernah mendapatkan balasan.</p>
<p>Tiga minggu sebelum dibebaskan, dengan putus asa ia kembali menulis surat kepada keluarganya. Dalam surat itu ia menyatakan penyesalannya karena telah mengecewakan mereka, dan meminta pengampunan mereka. Selanjutnya ia menceritakan bahwa kini ia telah dibebaskan dan akan pulang ke kota kelahirannya. Bus itu lewat tepat di pekarangan depan rumah tempat ia dibesarkan dan tempat orangtuanya tinggal. Dalam suratnya ia juga mengatakan bahwa ia akan maklum bila orangtuanya tidak mau memaafkannya.</p>
<p>Untuk mempermudah mereka, ia meminta orangtuanya untuk memberi tanda yang dapat dilihatnya dari bus. Jika mereka telah mengampuninya dan ingin ia pulang, mereka harus mengikatkan sebuah pita putih pada pohon apel tua yang terletak di pekarangan depan rumah. Jika ia tidak melihat tanda itu di sana, maka ia akan tetap tinggal di bus, meninggalkan kota kelahirannya dan kehidupan mereka untuk selamanya. Ketika bus itu mendekati jalanan di depan rumahnya, pemuda itu semakin cemas. Ia takut memandang ke luar jendela karena merasa yakin tak akan melihat pita putih. Setelah mendengar kisah pemuda itu, wanita setengah baya itu bertanya, &#8220;Apakah akan menolong bila kita bertukar tempat duduk dan saya akan duduk dekat jendela untuk melihat apakah ada pita untukmu?&#8221;</p>
<p>Setelah bus bergerak melewati beberapa blok, wanita itu melihat pohon apel yang diceritakan. Dengan lembut ia menyentuh bahu pemuda itu, dan sambil menahan jatuhnya airmata ia berkata, &#8220;Lihat! Lihat! Seluruh pohon itu penuh dengan pita berwarna putih.&#8221;</p>
<p>&#8211;Alice Gray</p>
<p>Kita sangat serupa dengan binatang bila membunuh.<br />
Kita sangat serupa dengan manusia bila menghakimi.<br />
Kita sangat serupa dengan Allah bila mengampuni.<br />
(Anonim)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=485&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2012/01/07/pita-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Intermezzo</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2012/01/01/intermezzo/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2012/01/01/intermezzo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 15:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2012/01/01/intermezzo/</guid>
		<description><![CDATA[-moga2 ga repost- &#8220;The Four blessed looks: 1. Look back thank God. 2. Look forward trust God 3. Look around serve God 4. Look within find God!. . I asked God, &#8216;How do I get the best out of life ?.. God said, : &#8220;Face ur past without regrets, handle ur present with confidence, prepare [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=484&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>-moga2 ga repost-</p>
<p>&#8220;The Four blessed looks:<br />
1. Look back thank God.<br />
2. Look forward trust God<br />
3. Look around serve God<br />
4. Look within find God!.<br />
.<br />
I asked God, &#8216;How do I get the best out of life ?..<br />
God said, : &#8220;Face ur past without regrets, handle ur present with confidence, prepare for the future without fear !&#8221;..</p>
<p>Without God, our days will be<br />
Mournday<br />
Tearsday<br />
Wasteday<br />
Thirstday<br />
Fightday<br />
Shatterday, and<br />
Sinday<br />
So, allow Him to be with u every day!</p>
<p>Life is short, so forgive quickly. Believe truly.<br />
Laugh uncontrollably.<br />
Never regret anything that makes u unhappy.</p>
<p>Time is like a river. You can&#8217;t touch the same water twice, becoz the flow that has passed wil never pass again.</p>
<p>Sent from **********</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=484&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2012/01/01/intermezzo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Natal Terhebat Urutan Kedua yang Pernah Dikisahkan, Bagian Kedua</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2011/12/24/kisah-natal-terhebat-urutan-kedua-yang-pernah-dikisahkan-bagian-kedua/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2011/12/24/kisah-natal-terhebat-urutan-kedua-yang-pernah-dikisahkan-bagian-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 11:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2011/12/24/kisah-natal-terhebat-urutan-kedua-yang-pernah-dikisahkan-bagian-kedua/</guid>
		<description><![CDATA[Secara berangsur-angsur, dalam proses penulisan cerita itu, Dickens mengalami sesuatu yang mencengangkan dirinya. Rencana yang semula muncul dengan penuh perhitungan akibat rasa putus asa, yang dimaksudkan untuk membebaskan diri dari lilitan utang&#8211;&#8221;rencana kecil,&#8221; begitu katanya&#8211;segera memunculkan perubahan pada diri si pengarang. Di saat dia menulis tentang acara Natal yang dicintainya&#8211;pesta keluarga yang meriah dengan misletoe [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=483&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara berangsur-angsur, dalam proses penulisan cerita itu, Dickens mengalami sesuatu yang mencengangkan dirinya. Rencana yang semula muncul dengan penuh perhitungan akibat rasa putus asa, yang dimaksudkan untuk membebaskan diri dari lilitan utang&#8211;&#8221;rencana kecil,&#8221; begitu katanya&#8211;segera memunculkan perubahan pada diri si pengarang. Di saat dia menulis tentang acara Natal yang dicintainya&#8211;pesta keluarga yang meriah dengan misletoe yang bergelantungan dari langit-langit rumah, nyanyian aneka lagu, permainan, tarian, dan hadiah Natal yang ceria; hidangan lezat daging angsa panggang, puding buah persik, roti yang masih hangat, yang semuanya dinikmati di depan kayu bakar yang masih menyala-nyala&#8211;keceriaan saat-saat yang didambakannya pun mulai memupus rasa sedih di hatinya.</p>
<p>A Christmas Carol berhasil menawan hati dan kalbunya. Penulisan cerita itu menjadi pekerjaan yang dilakukannya dengan penuh rasa cinta. Setiap kali dia mencelupkan pena bulu ayamnya ke dalam tinta, para tokohnya secara ajaib menjadi hidup: Tiny Tim dengan kruknya, Scrooge yang gemetar ketakutan ketika bertemu dengan hantu, Bob Cratchit yang minum minuman Natal di hadapan orang papa.</p>
<p>Setiap pagi, Dickens menjadi semakin bergairah dan tidak sabar untuk mulai menulis. &#8220;Aku benar-benar terpengaruh oleh buku kecil itu,&#8221; begitu katanya dalam suratnya kepada seorang wartawan, dan &#8220;enggan mengesampingkannya barang sesaat pun.&#8221; Seorang sahabat dan penulis biografi Dickens di kemudian hari, John Forster, menyadari adanya &#8220;kekuasaan besar&#8221; cerita itulah yang telah menguasai pengarangnya. Dickens berkata kepada seorang profesor di Amerika tentang bagaimana dirinya, ketika menulis, &#8220;menangis, lalu tertawa, dan menangis lagi.&#8221; Dickens bahkan ikut berperan dalam merancang bukunya, ikut menentukan sampul yang bercap emas, halaman buku yang berwarna hijau-dan-merah dengan sampul belakang berwarna, serta empat buah etsa yang diwarnai dengan tangan dan empat ukiran kayu. Agar buku itu terjangkau oleh orang banyak, dia menetapkan harganya hanya lima shilling saja.</p>
<p>Akhirnya, pada 2 Desember, karangannya selesai, dan naskahnya dikirim ke percetakan. Pada 17 Desember, salinan untuk pengarang diserahkan, dan Dickens sangat gembira. Dia tak pernah ragu bahwa A Christmas Carol akan digemari pembacanya. Namun, baik dia maupun penerbitnya sama sekali tidak pernah mengira bahwa sambutan pembaca sedemikian luar biasa. Edisi pertama sebanyak enam ribu eksemplar habis terjual pada malam Natal, dan ketika berita tentang buku kecil yang menyentuh hati itu menyebar, begitu yang teringat oleh Dickens di kemudian hari: &#8220;dalam setiap surat, segala macam orang yang tak dikenal menulis segala macam surat yang menceritakan rumah dan tungku perapian mereka, dan betapa A Christmas Carol dibacakan dengan suara nyaring, dan disimpan di rak kecilnya sendiri.&#8221; Novelis William Makepeace Thackeray berkata begini tentang buku itu: &#8220;Bagiku tampaknya seperti sebuah manfaat bagi seluruh bangsa, dan bagi kaum lelaki dan perempuan yang membacanya, buku itu adalah sebuah kebaikan pribadi.&#8221;</p>
<p>Meskipun buku itu dipuji banyak orang, tidak berarti mendatangkan keuntungan sebagaimana yang diharapkan Dickens karena mutu tinggi yang dimintanya dan harga rendah yang ditetapkannya. Meskipun demikian, keuntungan yang diperolehnya dari buku itu lumayan juga jumlahnya untuk sekadar bertahan hidup, dan popularitas A Christmas Carol yang luar biasa itu menghidupkan kembali khalayak pembacanya untuk menanti-nantikan karya-karyanya yang berikutnya, seraya memberikan arahan yang baru dan segar pada kehidupan dan kariernya.</p>
<p>Meskipun Dickens menulis banyak buku lain&#8211;David Copperfield, A Tale of Two Cities, Great Expectations&#8211;yang memberikan keuntungan dan diterima baik oleh pembacanya, tidak ada yang menyamai kebahagiaan yang memuaskan kalbunya sebagaimana yang diperolehnya dari novel kecilnya yang dicintai banyak orang di seluruh dunia itu. Ada saatnya ketika sejumlah orang menyebutnya Pendeta Natal. Dan, ketika dia meninggal pada tahun 1870, seorang anak miskin di London konon bertanya begini: &#8220;Dickens meninggal? Apakah Bapak Natal juga akan meninggal?&#8221;</p>
<p>Dalam arti yang sebenarnya, Dickens memopulerkan berbagai aspek Natal yang kita rayakan sekarang ini, antara lain acara kumpul keluarga, makanan dan minuman serta tukar-menukar hadiah khas Natal. Bahkan bahasa Inggris pun telah diperkaya oleh kisah tersebut. Siapa penutur bahasa Inggris yang tidak mengenal kata scrooge (si kikir) atau umpatan &#8220;Bah! Humbug!&#8221; Ketika merasa kesal atau tercengang. Dan ucapan &#8220;Merry Christmas!&#8221; Menjadi jauh lebih sering diucapkan orang setelah cerita tersbut menyebar.</p>
<p>Di kala sedang meragukan diri sendiri dan kebingungan, manusia kadang menghasilkan karyanya yang terbaik. Dari lembah kesengsaraan muncul suatu anugerah. Bagi Charles Dickens, karya terbaiknya adalah novel Natal pendek yang menumbuhkan keimanan yang baru ditemukan dalam dirinya dan dalam keceriaan Natal yang muncul kembali.</p>
<p>Kekhawatiran bahwa kariernya sudah mentok dan menghadapi masalah keuangan, setiap langkah Dickens disertai dengan kegelapan dalam benaknya di kala dia menapaki jalanan hitam berbatu-batu dengan harapan dapat menguakkan secercah imajinasi. Dan di situlah, di kota itu, dia bersentuhan dengan para pembacanya. Pemandangan dan aromanya membangkitkan kembali kenangan masa kecilnya. Dalam seketika pintu daya cipta pun terbuka lebar. Didapatinya dirinya tertawa, menangis, &#8220;penuh semangat dan tak sabar untuk mulai bekerja.&#8221; Pengalaman Dickens mengingatkan kita bahwa proses inovasi dapat begitu sulit. Hal itu juga menunjukkan sinyal kuat bahwa titik tolak yang bagus untuk meluncurkan kekuatan daya cipta kita adalah keluar dan melakukan penjelajahan, mengorak lingkungan kita dengan mata dan telinga yang dibuka lebar-lebar.</p>
<p>Cukup lazim jika kita berpapasan dengan penemuan kecil yang luar biasa dan berpikir, kalau saja aku dulu memikirkan hal itu. Namun, mewujudkan gagasan sederhana menjadi keberhasilan pun melibatkan proses, yang tidak semudah yang mungkin kita bayangkan.</p>
<p>Selesai.</p>
<p>Dikutip dari buku &#8220;Everyday Greatness 63 Kisah + 500 Kata-kata Bijak Terbaik untuk Menemukan Makna Hidup&#8221; Ditulis oleh Thomas J. Burns<br />
Halaman 253-256</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/483/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=483&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2011/12/24/kisah-natal-terhebat-urutan-kedua-yang-pernah-dikisahkan-bagian-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Natal Terhebat Urutan Kedua yang Pernah Dikisahkan, Bagian Pertama</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2011/12/24/kisah-natal-terhebat-urutan-kedua-yang-pernah-dikisahkan-bagian-pertama/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2011/12/24/kisah-natal-terhebat-urutan-kedua-yang-pernah-dikisahkan-bagian-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 11:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2011/12/24/kisah-natal-terhebat-urutan-kedua-yang-pernah-dikisahkan-bagian-pertama/</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal Oktober 1843, Charles Dickens melangkah dari serambi rumahnya yang bertiang dan terbuat dari batu dan bata di dekat Regent&#8217;s Park di London. Udara sejuk di senja hari menimbulkan perasaan lega setelah beberapa hari udara terasa lembab yang tidak biasanya. Si pengarang memulai jalan malamnya melalui apa yang disebutnya &#8220;jalanan hitam&#8221; di kotanya. Dickens [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=482&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada awal Oktober 1843, Charles Dickens melangkah dari serambi rumahnya yang bertiang dan terbuat dari batu dan bata di dekat Regent&#8217;s Park di London. Udara sejuk di senja hari menimbulkan perasaan lega setelah beberapa hari udara terasa lembab yang tidak biasanya. Si pengarang memulai jalan malamnya melalui apa yang disebutnya &#8220;jalanan hitam&#8221; di kotanya.</p>
<p>Dickens adalah seorang lelaki tampan berambut ikal cokelat serta mata yang berbuinar seperti biasa, yang kali ini tampak sangat murung. Ayah empat orang anak, yang berusia tiga puluh satu tahun itu merasa sudah berada di puncak kariernya. The Pickwick Papers, Oliver Twist, dan Nicholas Nickleby semuanya populer; dan Martin Chuzzlewit, yang dianggapnya sebagai novelnya yang terbagus, diterbitkan secara bersambung setiap bulan. Namun, sekarang, pengarang terkenal itu menghadapi masalah keuangan yang serius.</p>
<p>Beberapa bulan sebelumnya, penerbitnya mengungkapkan bahwa penjualan novel barunya tidak sebagus yang diperkirakan, dan mungkin perlu dilakukan pengurangan yang besar dalam pembayaran uang panjar bulanan yang biasanya diterima Dickens. Kabar itu mengagetkan si pengarang. Sepertinya bakat mengarangnya dipertanyakan. Kenangan masa kecilnya yang sengsara muncul kembali. Dickens menafkahi keluarga besar, dan pengeluarannya nyaris melebihi beban yang sanggup dipikulnya. Ayah dan saudara-saudaranya memohon agar diberi pinjaman. Istrinya, Kate, sedang mengandung anaknya yang kelima.</p>
<p>Sepanjang musim panas, Dickens mencemaskan tagihannya yang menggunung, terutama cicilan rumahnya. Dia menghabiskan waktu di sebuah resor tepi pantai, tapi di situ pun dia susah tidur dan berjalan menjelajahi tebing selama berjam-jam. Dia sadar bahwa dia membutuhkan sebuah gagasan yang dapat memberinya sejumlah besar uang, dan dia membutuhkan gagasan itu secepatnya. Tetapi, dalam keadaan yang begitu menekan jiwa, ternyata sulit bagi Dickens untuk mengarang. Setelah kembali ke London, dia berharap bahwa melakukan kebiasaannya berjalan-jalan di malam hari akan bisa menyulut imajinasinya.</p>
<p>Cahaya kuning lampu gas yang berkelap-kelip menerangi jalanan yang disusurinya melalui permukiman yang lebih baik di kota London. Lalu, secara berangsur-angsur, di saat dia semakin mendekati Sungai Thames, hanya cahaya redup dari jendela rumah-rumah petak sajalah yang menerangi jalanan, yang sekarang dipenuhi sampah dan dibatasi oleh selokan di kedua sisinya. Para wanita anggun dan kaum lelaki berpakaian rapi di daerah permukiman Dickens digantikan oleh kupu-kupu malam yang mesum, pencopet, preman, dan pengemis.</p>
<p>Pemandangan yang muram itu mengingatkannya pada sebuah mimpi buruk yang sering mengganggu tidurnya: Seorang anak lelaki berusia dua belas tahun duduk di sebuah meja kerja yang di atasnya terdapat setumpukan tinggi wadah semir sepatu hitam. Selama dua belas jam sehari, enam hari sepekan, anak itu menempelkan label pada tumpukan wadah yang seakan tak ada habisnya itu untuk mengais rezeki enam shilling yang membuatnya dapat bertahan hidup.</p>
<p>Melalui lantai gudang yang sudah lapuk itu, si anak dalam mimpi melihat ke dalam tempat penyimpanan makanan, dan di situ tampak sekawanan tikus berseliweran. Kemudian, dia menengadah, melihat ke jendela yang penuh kotoran, dan dari jendela itu menetes air yang terbentuk oleh dinginnya cuaca London di musim dingin. Cahaya matahari mulai meredup, seiring dengan meredupnya harapan si anak. Ayahnya ditahan di penjara oleh penagih utang, sementara dia hanya menerima satu jam pelajaran sekolah pada saat istirahat makan malam di gudang itu. Dia merasa tak berdaya, ditelantarkan. Mungkin tak akan pernah ada perasaan gembira, riang, atau harapan lagi&#8230;</p>
<p>Ini bukanlah adegan yang diinginkan si pengarang. Adegan ini mirip dengan pengalamannya di masa kecilnya dulu. Untunglah, ayah Dickens mewarisi sejumlah uang, yang membuatnya dapat membayar semua utangnya dan keluar dari penjara&#8211;dan anak lelakinya yang masih kecil itu tidak mengalami nasib yang sengsara. Sekarang, ketakutan tidak bisa membayar utangnya sendiri terus menghantui Dickens. Dengan lesu, dia memulai perjalanan pulan dari acara jalan-jalannya yang panjang itu, sama sekali belum punya gagasan untuk kisah &#8220;ceria dan riang&#8221; yang ingin diceritakannya. Tidak berbeda dengan saat dia memulai acara jalan-jalannya.</p>
<p>Namun, saat semakin dekat dengan rumah, dia merasakan ada sekelebatan ilham. Bagaimana kalau menulis kisah Natal! Dia akan menulis sebuah cerita untuk orang-orang yang berpapasan dengannya di jalanan hitam kota London. Orang-orang yang hidup dan berjuang dengan dihantui perasaan takut dan kerinduan yang pernah dirasakannya dulu, orang-orang yang haus akan secercah kebahagiaan dan harapan.</p>
<p>Tapi, Natal sudah akan tiba kurang dari tiga bulan lagi! Mana mungkin dia sanggup menyelesaikan tugas sebesar itu dalam waktu sesingkat itu! Naskah karangannya harus pendek, jelas bukan sebuah novel lengkap. Naskah itu harus sudah rampung menjelang akhir November agar masih sempat dicetak dan didistribusikan tepat menjelang penjualan pernak-pernik Natal. Agar cepat, dia mendapatkan gagasan untuk mengadaptasi cerita hantu Natal dari sebuah bab The Pickwick Papers.</p>
<p>Dia akan mengisi ceritanya dengan berbagai adegan dan beberapa tokoh yang digemari pembacanya. Akan ada tokoh seorang anak kecil yang sakit-sakitan, yang ayahnya jujur namun tidak cakap, dan sebagai pusat cerita, akan ada seorang lelaki tua yang jahat dan egois, yang hidungnya bengkok dan pipinya keriput. Di saat hari-hari sejuk di bulan Oktober semakin mendekati bulan November yang semakin dingin, naskah itu terus berkembang, halaman demi halaman, dan ceritanya mulai membentuk. Alur cerita pokoknya cukup sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak, namun membangkitkan gagasan yang bisa menggugah kenangan indah dan perasaan nyaman pada hati orang dewasa.</p>
<p>Setelah beristirahat sendirian di apartemennya yang dingin dan kosong pada malam Natal, Ebenezer Scrooge, seorang pengusaha London yang kikir, didatangi roh mitra usahanya yang sudah meninggal, Jacob Marley. Karena semasa dia masih hidup dikuasai oleh sifat serakah dan perasaannya yang tidak peka pada temannya, roh Marley terus gentayangan di dunia dengan dirantai karena sikapnya yang selalu tidak peduli pada sesama. Dia memperingatkan Scrooge agar mau berubah kalau tidak mau mengalami nasib yang sama dengannya. Hantu Natal Masa Lalu, Hantu Natal Masa Sekarang, dan Hantu Natal Masa Mendatang bermunculan dan memperlihatkan pada Scrooge berbagai pemandangan memilukan dari kehidupannya dan apa yang akan terjadi jika dia tidak memperbaiki cara hidupnya. Dengan perasaan yang sarat dengan penyesalan, Scrooge meninggalkan sifatnya yang egois dan berubah menjadi orang yang baik hati, dermawan, dan penuh cinta kasih yang berhasil memetik pelajaran dari semangat Natal yang sejati.</p>
<p>Bersambung ke &#8220;Kisah Natal Terhebat Urutan Kedua yang Pernah Dikisahkan, Bagian Kedua&#8221;</p>
<p>Dikutip dari buku &#8220;Everyday Greatness 63 Kisah + 500 Kata-kata Bijak Terbaik untuk Menemukan Makna Hidup&#8221; Ditulis oleh Thomas J. Burns<br />
Halaman 250-253</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/482/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=482&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2011/12/24/kisah-natal-terhebat-urutan-kedua-yang-pernah-dikisahkan-bagian-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Yang Butuh Pohon Natal &#8211; Pls Fwd</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2011/11/26/untuk-yang-butuh-pohon-natal-pls-fwd/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2011/11/26/untuk-yang-butuh-pohon-natal-pls-fwd/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 13:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2011/11/26/untuk-yang-butuh-pohon-natal-pls-fwd/</guid>
		<description><![CDATA[-copas dari milis iphonesia- Bolehkah minta tolong&#8230;om mods maaf ya OOT&#8230; Gua punya pohon natal yang sudah tidak terpakai dan masih sangat layak. Selagi belum bulan Des gua rindu banget utk sumbangin pohon ini ke keluarga yang juga rindu utk punya pohon natal dan mungkin blm punya krn tidak mampu. Boleh tolong infonyakah kalau ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=481&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>-copas dari milis iphonesia-</p>
<p>Bolehkah minta tolong&#8230;om mods maaf<br />
ya OOT&#8230;</p>
<p>Gua punya pohon natal yang sudah tidak terpakai dan masih sangat layak. Selagi belum bulan Des gua rindu banget utk sumbangin pohon ini ke keluarga yang juga rindu utk punya pohon natal dan mungkin blm punya krn tidak mampu.</p>
<p>Boleh tolong infonyakah kalau ada yang kenal keluarga yang benar2 butuh?</p>
<p>Tolong balas PM aja yah melalui kik btheda/whatsapp 081808311053</p>
<p>Thanks yah <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Benita Theda<br />
IG/T/Kik @btheda<br />
<a href="http://benitatheda.wordpress.com">http://benitatheda.wordpress.com</a><br />
__._,_.___</p>
<p>Sent from **********</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=481&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2011/11/26/untuk-yang-butuh-pohon-natal-pls-fwd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>the Great Man who Builds Great Lives</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2011/11/24/the-great-man-who-builds-great-lives/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2011/11/24/the-great-man-who-builds-great-lives/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 02:13:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2011/11/24/the-great-man-who-builds-great-lives/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering bermain quiz dengan anak-anak saya. Kami secara bergantian melempar pertanyaan dan bagi yang dapat menjawabnya akan mendapatkan nilai. Pihak yang mengumpulkan nilai terbanyak adalah pemenangnya. Suatu kali saya melemparkan pertanyaan ini kepada Nathan. &#8220;Who is the greatest man on planet?&#8221; dengan cepat Nathan menjawab, &#8220;Daddy&#8230;!&#8221; Ayah, Anda adalah pribadi yang paling hebat di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=480&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering bermain quiz dengan anak-anak saya. Kami secara bergantian melempar pertanyaan dan bagi yang dapat menjawabnya akan mendapatkan nilai. Pihak yang mengumpulkan nilai terbanyak adalah pemenangnya. Suatu kali saya melemparkan pertanyaan ini kepada Nathan. &#8220;Who is the greatest man on planet?&#8221; dengan cepat Nathan menjawab, &#8220;Daddy&#8230;!&#8221;</p>
<p>Ayah, Anda adalah pribadi yang paling hebat di mata anak-anak. Anda bahkan lebih hebat daripada superhero favorit mereka. Anda adalah pribadi yang luar biasa, karena Tuhan telah menunjuk Anda untuk membangun kehidupan anak-anak, generasi mendatang. Melalui Anda, mereka akan menjadi manusia-manusia yang hebat. Apa yang membuat Anda menjadi pria yang paling hebat dalam kehidupan anak-anak Anda? Pertimbangkan hal-hal di bawah ini sebagai jawabannya:</p>
<p>• Pertolongan-pertolongan kecil yang Anda berikan pada saat mereka membutuhkannya, hal yang paling sederhana mungkin adalah mengganti battery mainan mereka.<br />
• Pujian-pujian kecil yang Anda berikan pada saat mereka melakukan sesuatu yang baik. • Words of comfort pada saat mereka takut atau kecewa.<br />
• Hadiah-hadiah kecil yang akan mereka hargai.<br />
• Waktu-waktu yang Anda berikan untuk menemani mereka bermain atau menyelesaikan pekerjaan rumah. • Perhatian terhadap hal-hal yang menjadi kesukaan mereka.<br />
• Mendengarkan cerita mereka.<br />
• Berdoa bersama mereka, sehingga pada saat mereka melihat permohonan mereka kepada Tuhan dijawab, you can share the joy and the victory with them.<br />
• Be there! Karena mereka tidak akan pernah mendapat pertolongan dari superhero yang hanya ada dalam cerita atau khayalan mereka. Tetapi Anda adalah pahlawan yang dapat setiap saat membebaskan mereka dari kesulitan. You are their real hero!</p>
<p>Hal-hal di atas adalah hal-hal kecil yang harus Anda lakukan secara konsisten setiap saat. Kelihatannya tidak significant, tidak membutuhkan tindakan heroic yang menunjukkan betapa kuat, gagah dan perkasanya Anda sebagai seorang laki-laki. Tetapi seperti halnya jutaan batu bata yang kecil yang membangun Tembok China yang spektakuler, tindakan-tindakan kecil itulah yang akan membangun image seorang ayah yang luar biasa di mata anak-anak Anda.</p>
<p>Tembok China tidak dibangun dalam satu malam. Saya yakin orang-orang yang bekerja siang-malam menyusun dan melekatkan batu-batu bata tidak dapat membayangkan betapa hebatnya bangunan yang sedang mereka kerjakan. Demikian pula dengan kehidupan. Hal-hal kecil yang Anda lakukan bagi anak-anak mungkin terlihat tidak berarti. Tetapi itulah yang akan membangun kehidupan mereka. Sehingga suatu hari kelak Anda pasti akan takjub dan bangga melihat hasilnya.</p>
<p>Digest:</p>
<p>Kita sedang membangun kehidupan anak-anak dengan hal-hal kecil dan sederhana yang kita lakukan bagi mereka. We don&#8217;t neer rocket science to do that, but determination, patience and wisdom.</p>
<p>&#8220;Great things are not done by impulse, but by a series of small things brought together.&#8221; (Vincent van Gogh)</p>
<p>&#8220;The great doing of little things makes the great life.&#8221; (Eugenia Price)</p>
<p>&#8220;A soldier destroys in order to build; the father only builds, never destroys. The one has the potentiality of death; the other embodies creation and life.&#8221; (Douglas MacArthur)</p>
<p>Disadur dari buku &#8220;A Box of Chocolates for Two&#8221;<br />
Ditulis oleh Hanna Carol<br />
Halaman 118- 123</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/480/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=480&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2011/11/24/the-great-man-who-builds-great-lives/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Precious Moment</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2011/11/18/precious-moment/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2011/11/18/precious-moment/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 09:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2011/11/18/precious-moment/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari yang terik ketika saya berada di dalam mobil, terjebak di dalam kemacetan lalu lintas Jakarta yang padat, saya melihat sebuah pemandangan yang sangat kontras dengan situasi saat itu. Di atas trotoar, berjalan seorang ibu dengan pakaiannya yang sangat sederhana sambil menggandeng putrinya yang menggendong sebuah boneka yang sudah usang. Mereka berjalan sambil tertawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=479&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari yang terik ketika saya berada di dalam mobil, terjebak di dalam kemacetan lalu lintas Jakarta yang padat, saya melihat sebuah pemandangan yang sangat kontras dengan situasi saat itu. Di atas trotoar, berjalan seorang ibu dengan pakaiannya yang sangat sederhana sambil menggandeng putrinya yang menggendong sebuah boneka yang sudah usang. Mereka berjalan sambil tertawa ceria dan sesekali bertatapan. Sepertinya mereka tidak terganggu dengan teriknya matahari dan polusi dari asap kendaraan bermotor di sekitar mereka.</p>
<p>Saya tidak pernah dapat melupakan pemandangan tersebut. Moment yang indah bersama orang yang kita kasihi dapat tercipta kapan saja dan di mana saja, tanpa tergantung oleh kondisi dan situasi. Ibu dan anak yang saya lihat di trotoar siang itu misalnya, kebahagiaan mereka tidak terusik dengan kondisi mereka yang begitu sederhana, bahkan mereka dapat tertawa bersama di siang panas yang terik.</p>
<p>Kita bisa begitu fokus kepada materi tanpa menyadari bahwa yang paling penting adalah hubungan (relationship) dengan kekasih hati kita. Ketika sedang berada di dalam mobil misalnya, kita sering sibuk dengan cellphone atau PDA sementara anak-anak juga sibuk dengan mainan elektronik mereka sendiri. Tidak ada percakapan apalagi canda. Setiap waktu yang berlalu dapat terbuang begitu saja jika kita tidak menikmati moment-moment tersebut. Saya pikir, moment adalah seperti foto candid yang diabadikan. Kita tidak dapat menciptakan moment yang persis sama untuk sebuah candid photo.</p>
<p>Kita dapat memberi nilai kepada kegiatan-kegiatan seperti sarapan pagi bersama, atau menolong mereka mengerjakan pekerjaan rumah sebagai rutinitas semata atau moment yang berharga. Benar bahwa setiap pagi kita akan duduk di meja makan yang sama, pada jam yang sama, bahkan mungkin dengan menu sarapan yang sama, tetapi moment yang tercipta tidak akan mungkin sama. Renungkan bahwa di dalam sejarah hanya akan ada satu kali saja tanggal 9 Agustus 2000 pukul 09:08:01. Moment itu tidak akan pernah terulang, karena moment yang telah berlalu tidak akan datang lagi.</p>
<p>Saya harus mengakui bahwa dengan padatnya aktivitas dan rutinitas, seringkali saya melewatkan moment-moment yang berharga. Biasanya setelah berlalu, saya sering menyesal mengapa saya tidak pause (berhenti, tambahan Penulis) sejenak dari aktivitas saya untuk mengatakan apa yang seharusnya saya katakan atau melakukan apa yang harus saya lakukan. And most of the time, it&#8217;s just too late (dan sering kali, hal itu sering terlambat.. Tambahan Penulis). Sebesar apapun penyesalan saya dan sekuat apapun tekad saya untuk melakukannya, saya tidak dapat mengembalikan waktu yang telah berlalu. Hari pasti akan berlalu, berganti dengan hari yang baru. Oleh karena itu mari kita meneladani firman Tuhan ini, &#8220;Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.&#8221; (Mazmur 90:12).</p>
<p>Salah satu moment berharga yang paling saya nikmati adalah ketika menyisiri rambut panjang putri saya sebelum ia tidur. Ia mengenakan pakaian tidurnya, dan rambutnya yang panjang tergerai dengan indah. Ia akan duduk di pangkuan saya dan kemudian saya akan mulai menyisiri rambutnya dengan lembut. Kami akan bercakap-cakap mengenai banyak hal. Setiap kali saya selesai, ia akan selalu membalikkan tubuhnya dan tersenyum kepada saya. Saya tidak dapat mengingat apa saja yang pernah kami perbincangkan. Tetapi setiap kali saya membayangkan moment tersebut, ada rasa hangat mengalir memenuhi hati saya.</p>
<p>Digest:</p>
<p>The most precious moment is<br />
when we look into our dearest one eyes.<br />
When we hold their hands.<br />
When we run our fingers through their hair.<br />
Pause&#8230;</p>
<p>Take a moment to look,<br />
take a moment to feel,<br />
take a moment to cherish; with your heart.</p>
<p>Dikutip dari buku &#8220;A Box of Chocolates for Two&#8221;<br />
Penulis Hanna Carol<br />
Halaman 87-91</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/479/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=479&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2011/11/18/precious-moment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebaikan-Nya yang Indah pada Waktu-Nya</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2011/11/11/kebaikan-nya-yang-indah-pada-waktu-nya/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2011/11/11/kebaikan-nya-yang-indah-pada-waktu-nya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 15:03:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2011/11/11/kebaikan-nya-yang-indah-pada-waktu-nya/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika masih kecil, aku teringat pada ibuku yang sedang menyulam di atas sehelai kain. Aku yang sedang duduk dan bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya apa yang sedang ibu lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku mengatakan, bahwa yang kulihat dari bawah adalah jaringan benang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=478&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika masih kecil, aku teringat pada ibuku yang sedang menyulam di atas sehelai kain. Aku yang sedang duduk dan bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya apa yang sedang ibu lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku mengatakan, bahwa yang kulihat dari bawah adalah jaringan benang yang tampak terlihat ruwet.</p>
<p>Ibuku dengan tersenyum bijak, memandangku sambil berkata dengan lembut, &#8220;Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu akan menyelesaikan sulaman ini. Nanti setelah selesai, ibu akan memanggil dan mendudukkan kamu di atas pangkuan ibu. Kamu nanti dapat melihat keseluruhan hasil sulaman ini dari atas, dari sudut pandang ibu.&#8221; Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang yang berwarna-warni, tampak terlihat begitu semrawutnya menurut sudut pandanganku.</p>
<p>Beberapa saat kemudian ibuku memanggil, &#8220;Anakku, mari ke sini dan duduklah di pangkuan ibu.&#8221; Waktu aku melakukan hal itu, aku menjadi terheran dan kagum melihat hasil sulaman bunga-bunga yang indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit. Sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah jaringan benang-benang yan ruwet.</p>
<p>Kemudian ibu berkata, &#8220;Anakku, dari bawah memang terlihat ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola yang indah, dan ibu hanya mengikutinya. Sekarang dengan melihatnya dari atas, kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu sedang lakukan.&#8221;</p>
<p>Selama bertahun-tahun, aku sering melihat &#8220;ke atas&#8221; dan bertanya kepada Tuhan, &#8220;Apa yang sedang Engkau lakukan, Tuhan?&#8221; Dan Dia menjawab, &#8220;Aku sedang menyulam dengan indah kehidupanmu.&#8221; Lalu aku membantah-Nya, &#8220;Tetapi yang aku lihat hanyalah hidup yang terlalu ruwet, banyak benang yang berwarna hitam. Mengapa tidak semuanya memakai benang yang berwarna cerah?&#8221; Kemudian Tuhan menjawab, &#8220;Kamu lakukan bagian pekerjaanmu dan biarkan Aku yang menyelesaikan bagian-Ku, melakukan pekerjaan-Ku di bumi ini. Suatu saat nanti, engkau akan dapat melihat rencana-Ku yang indah bagi kehidupanmu dari sudut pandang-Ku.&#8221;</p>
<p>Sering kali kita tidak mengerti apa yang Tuhan ingin dan lakukan di dalam kehidupan kita. Kita sering mengeluh akan beberapa peristiwa yang diijinkan-Nya terjadi di dalam hidup ini. Tetapi tetap percayalah bahwa Tuhan mengijinkan banyak hal terjadi dalam hidup ini adalah untuk kebaikan kita. Tuhan sedang &#8220;menyulam&#8221; rancangan-Nya yang indah dalam hidup kita. Saat ini kita hanya dapat melihatnya seperti &#8220;jaringan benang yang ruwet&#8221;, tapi bila waktu-Nya tiba, kita akan dapat melihat betapa indah rancangan-Nya bagi kehidupan setiap kita.</p>
<p>Firman Tuhan di dalam Yeremia 29:11 berkata, &#8220;Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.&#8221;</p>
<p>Tidak ada yang namanya kebetulan di dalam hidup kita ["Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)]. Marilah kita menjalani semua yang terjadi di dalam hidup ini dengan penuh kebijaksanaan dan ucapan rasa syukur. Beri dan lakukan yang terbaik, berkarya bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin. Tuhan memberkati..</p>
<p>Lirik Lagu: Pelangi Kasih</p>
<p>⁠Apa yang kau alami kini<br />
Mungkin tak dapat engkau mengerti<br />
Cobaan yang engkau alami<br />
Tak melebihi kekuatanmu</p>
<p>Tuhanmu tak akan memberi<br />
Ular beracun pada yang minta roti<br />
Satu hal tanamkan di hati<br />
Indah semua yang Tuhan b&#8217;ri</p>
<p>Tangan Tuhan sedang merenda<br />
Suatu karya yang agung mulia<br />
Saatnya &#8216;kan tiba nanti<br />
Kau lihat pelangi kasih-Nya</p>
<p>[Songwriter by: Herry Priyonggo]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/478/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=478&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2011/11/11/kebaikan-nya-yang-indah-pada-waktu-nya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rapat Ke-Allahan</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2011/11/09/rapat-ke-allahan/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2011/11/09/rapat-ke-allahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 21:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2011/11/09/rapat-ke-allahan/</guid>
		<description><![CDATA[Rapat Ke-Allahan Kejadian 1:26 “Berfirmanlah Allah (Elohim &#8211; T.L.): ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.’” Sama seperti hari ketiga, hari keenam terbagi menjadi dua bagian. Mula-mula, Allah menciptakan binatang liar, ternak, dan binatang melata; kemudian Ia menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sendiri. Tetapi, sebelum menciptakan manusia, Allah berhenti sejenak dan mengadakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=477&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rapat Ke-Allahan<br />
Kejadian 1:26<br />
“Berfirmanlah Allah (Elohim &#8211; T.L.): ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.’”</p>
<p>Sama seperti hari ketiga, hari keenam terbagi menjadi dua bagian. Mula-mula, Allah menciptakan binatang liar, ternak, dan binatang melata; kemudian Ia menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya sendiri. Tetapi, sebelum menciptakan manusia, Allah berhenti sejenak dan mengadakan rapat ke-Allahan, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa&#8230;”. Alangkah seriusnya perkara ini. Sebelum hari keenam ini, Allah telah menyiapkan segala sesuatu. Ia memulihkan bumi dan langit, hingga menjadi tempat yang nyaman dan cocok bagi manusia. Ia menyiapkan berbagai tumbuhan dan berbagai binatang, di air, di udara, dan di darat. Setelah semuanya siap, Allah seolah berkata, “Segalanya telah siap. Sekarang tibalah saatnya bagi Kita untuk menciptakan manusia!” Haleluya, Allah Tritunggal mengadakan rapat ke-Allahan untuk kita, manusia, karena manusia adalah inti dari seluruh penciptaan Allah. Manusia-lah sasaran Allah dan manusia-lah yang ada di hati Allah.<br />
Catatan: Seperti yang pernah kita bahas, “Elohim” merupakan kata benda berbentuk jamak. Jika subyeknya berbentuk jamak, maka predikatnya (“Berfirmanlah”) seharusnya juga berbentuk jamak. Namun, kata “berfirmanlah” berbentuk tunggal. Selain itu, “Kita” dalam ayat 26 itu jelas berbentuk jamak, sedangkan predikat “menjadikan” berbentuk tunggal. Ini menunjukkan keesaan tujuan Allah. Saudara saudari, Allah kita itu tiga di dalam satu dan satu di dalam tiga. Walau ada tiga persona, bukan berarti ada tiga Allah. Dia adalah Allah Tritunggal dan Dia memiliki tujuan yang esa.</p>
<p>Manusia Diciptakan Oleh Allah<br />
Kej. 1:11-12, 27</p>
<p>Kita harus melihat dengan sangat jelas bahwa manusia diciptakan oleh Allah (1:27). Manusia bukanlah hasil evolusi dari kelas binatang yang lebih rendah. Istilah “menciptakan”, berarti membuat sesuatu dari yang tidak ada. Manusia adalah karya istimewa Allah dan bukan hasil dari suatu proses evolusi alam.<br />
Allah telah mengatur setiap jenis tumbuhan, pepohonan, rumput, dan sayuran, untuk menghasilkan benih menurut jenisnya masing-masing (Inggris: after their kind ). Rumput tidak bisa berubah menjadi sebatang pohon, demikian pula satu jenis pohon tidak bisa berubah menjadi jenis pohon lainnya. Seluruh makhluk hidup telah diciptakan menurut jenisnya masing-masing (Kej. 1:11, 12, lihat bahasa aslinya). Kalau Allah mengatakan bahwa semuanya diciptakan menurut jenisnya, ini berarti batasan dari tiap jenisnya telah ditentukan oleh Allah. Karenanya tidak ada kemungkinan bagi suatu jenis makhluk hidup untuk berevolusi menjadi jenis makhluk hidup lain. Kita, orang Kristen, percaya pada firman Allah. Segala yang di luar “demikianlah firman Allah”, tidak dapat kita percayai. Dunia mungkin mengejek cara kita berpikir, tetapi kita cukup puas dengan Firman Allah.<br />
Banyak orang tidak percaya kepada Allah. Akibatnya, mereka menyimpang tanpa tujuan dan memikirkan teori mereka sendiri. Mereka mengira mustahil bagi Allah untuk menjadikan sesuatu dari yang tidak ada, dan membuat manusia dari debu tanah. Namun, bagi kita, sebuah embrio kecil dari suatu jenis binatang bisa mengalami sejumlah proses evolusi untuk menjadi seekor monyet, dan kemudian setelah melalui banyak tahap evolusi lagi, maka monyet tersebut bisa menjadi seorang manusia, adalah sesuatu yang jauh lebih tidak masuk akal lagi. Ini jauh lebih tidak masuk akal dari pada Allah menciptakan manusia!<br />
Pada awalnya kaum penganut teori evolusi mengatakan bahwa nenek moyang manusia berasal dari binatang yang hidup ribuan tahun yang lalu. Sekarang mereka berkata ribuan tahun yang akan datang, keturunan kita akan menjadi binatang yang tidak berbentuk, tanpa jari tangan dan jari kaki. Mereka membicarakan hal-hal milik ribuan tahun yang lalu atau ribuan tahun yang akan datang, hal-hal yang sama sekali tidak dapat dibuktikan kebenarannya.<br />
Namun, ada orang Kristen yang menjadi ragu akan kebenaran firman Allah karena terpengaruh oleh teori seperti teori evolusi. Mereka mulai mempercayai apa yang tidak dikatakan Alkitab, sebaliknya apa yang jelas-jelas tertulis dalam Alkitab justru mereka ragukan. Kiranya Tuhan menjaga kita dari kondisi yang demikian dengan berpegang teguh pada kebenaran firman Tuhan.</p>
<p>Penerapan:<br />
Saat menghadapi berbagai ujian, kita perlu ingat bahwa kita ada di hati Allah. Ia menganggap kita begitu berharga. Ia telah menyiapkan segala sesuatu bagi kita. Allah tidak pernah bermaksud jahat terhadap kita. Semua ujian, bahkan yang terberat sekali pun pasti adalah untuk kebaikan kita.</p>
<p>Pokok Doa:<br />
Terima kasih ya Allah atas karya-Mu yang agung. Di antara semua ciptaan-Mu, kami mendapatkan tempat yang utama, agar kami boleh memuliakan Engkau di bumi dan melaksanakan kehendak-Mu</p>
<p>-Daily Manna-</p>
<p>///Audy<br />
the truth shall set you free</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/477/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/477/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/477/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=477&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2011/11/09/rapat-ke-allahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karunia Kanker Otak</title>
		<link>http://sityb.wordpress.com/2011/11/07/karunia-kanker-otak/</link>
		<comments>http://sityb.wordpress.com/2011/11/07/karunia-kanker-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 10:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sityb</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sityb.wordpress.com/2011/11/07/karunia-kanker-otak/</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan akan sama ketika kita pergi mencari kesedihan atau mencari kegembiraan -Eudora Welty Bulan Agustus 2002, aku menerima hadiah terbesar dalam hidupku ketika aku divonis menderita kanker otak tahap akhir dan akan meninggal dalam empat sampai enam bulan. Ketika ini terjadi, aku baru lima bulan menikah. Karierku sedang berjalan dengan baik, keluarga dan teman-teman mencintaiku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=476&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perjalanan akan sama ketika kita pergi mencari kesedihan atau mencari kegembiraan -Eudora Welty</p>
<p>Bulan Agustus 2002, aku menerima hadiah terbesar dalam hidupku ketika aku divonis menderita kanker otak tahap akhir dan akan meninggal dalam empat sampai enam bulan. Ketika ini terjadi, aku baru lima bulan menikah. Karierku sedang berjalan dengan baik, keluarga dan teman-teman mencintaiku. Aku belum pernah sebahagia itu. Jadi, mengapa ini adalah karunia besar? Mengapa?</p>
<p>Karena aku harus menghadapi kematianku.</p>
<p>Saat itu tengah malam di bulan Januari 2003. Aku berjalan di luar, di tengah cuaca dingin, seorang diri dan merasa pahit. Percobaan klinis yang telah kumasuki penuh dengan ketidakpastian dan bahaya. Aku hanya bisa berpartisipasi karena tahap penyakitku sudah berada di tahap terakhir, kemungkinan hidupku sudah minimal. Aku bingung, selalu mual, dan nyaris tidak bisa berjalan, bahkan dengan bantuan tongkat sekalipun.</p>
<p>Aku sangat marah pada situasiku: Aku membenci kankerku, diriku, para dokter, dan Tuhan. Aku menemukan diriku menjerit, berteriak, menangis, mengamuk melawan ketidakadilan. Untuk pertama kalinya dalam 54 tahun, akhirnya aku menemukan kebahagiaan di dalam hidupku, dan sekarang penyakit yang mengerikan ini akan mencabutku, bukan hanya dari kebahagiaan hidup, tetapi juga kestabilan, kenyamanan, atau kedamaian. Apakah aku ditakdirkan untuk terpincang-pincang membusuk setiap hari menuju kuburan yang dingin?</p>
<p>Kemudian tiba-tiba, di tengah kekacauan, muncul sebuah suara ilham dari seorang teman lama, majikan, dan mentor, W. Clement Stone, salah satu dari orang-orang pertama yang menulis tentang Positive Mental Attitude (Sikap Mental Positif), atau PMA. Di benakku, aku bisa mendengar dia berkata, seperti yang telah dilakukannya ribuan kali: &#8220;Bagi mereka yang memiliki Sikap Mental yang Positif, setiap kejadian buruk mengandung benih dan manfaat yang setara atau lebih besar lagi.&#8221;</p>
<p>Apa?<br />
Kau serius?<br />
Manfaat yang lebih besar?<br />
Apa manfaat yang lebih besar dari sekarat karena kanker otak, Pak Tua? (Aku tidak tahu bahwa Mr. Stone telah meninggal hanya lima bulan sebelumnya pada usia 100 tahun.)</p>
<p>Kata-katanya terus bergema di bagian otakku yang masih berfungsi. Bukan hanya beberapa kejadian buruk, katanya, tetapi semuanya, SETIAP kejadian buruk, mengandung benih manfaat yang setara atau lebih besar! Ah, dia pasti bergurau!</p>
<p>Untungnya, setelah bertahun-tahun perannya sebagai mentor, guru, dan pahlawan, paling sedikit dia telah meninggalkan bekas&#8212;kata-kata &#8220;Aku berpikir rasional&#8221; memancar seperti sinar matahari di atas kepalaku. Dia sering menggunakan kata-kata itu&#8212;sering kali dalam menggambarkan situasi kritis yang dia hadapi dalam hidupnya. Pernah kepalanya diacungi pistol oleh seseorang yang putus asa dan depresi, yang memberitahu bahwa dia telah kehilangan segalanya&#8212;dia akan membunuh Mr. Stone lalu membunuh dirinya sendiri. Jika kebanyakan orang akan panik, Mr. Stone berkata dengan tenang, &#8220;Aku berpikir rasional,&#8221; kemudian melanjutkan dengan memikirkan rencana yang logis, bukan hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri tetapi juga orang itu. Kelak dia menempatkan orang itu dalam bisnisnya, di mana dia menjadi sukses dan makmur selama sisa hidupnya.</p>
<p>&#8220;Jadi,&#8221; kataku kepada diriku sendiri, &#8220;Ayo berpikir.&#8221; Langsung saja aku merasa damai dan rasional&#8212;untuk pertama kalinya selama berbulan-bulan.<br />
Jadi&#8230; Apa saja kemungkinannya bagiku? Bagaimana pun, hidup pada titik itu tidak menyediakan banyak pilihan yang bagus.<br />
Jelas aku tidak punya pilihan untuk &#8220;hidup bahagia selama-lamanya&#8221;&#8212;atau apakah aku memilikinya?<br />
Kenyataannya, salah satu dari dua hal ini akan terjadi: Aku akan meninggal dalam waktu yang tidak lama lagi, atau yang lebih sedikit kemungkinannya, aku akan hidup panjang. Jadi, bagaimana jika aku meninggal tidak lama lagi?</p>
<p>&#8220;Aku pikir&#8221; jika aku menjadi sedih dan marah, maka aku akan menghabiskan beberapa bulan terakhir hidupku di dalam kesedihan dan keterasingan, menciptakan neraka hidup bagi orang-orang yang kucintai, dan akan dikenang, kalaupun aku dikenang, sebagai seorang pria tua menyedihkan yang membiarkan kanker otak mengalahkannya. Untuk sementara mereka akan menunjukkan simpatinya, tetapi pada akhirnya yang tersisa hanyalah rasa tidak suka padaku dan pada caraku meninggalkan mereka.</p>
<p>Di sisi lain, bagaimana jika aku positif dan penuh harapan? Itu tidak akan sedikit pun mengubah tanggal kematianku!<br />
Tetapi, itu berarti aku akan menghabiskan bulan-bulan terakhir hidupku dengan bernapas dalam-dalam dan bening, puas, damai, dan mencintai keluargaku serta setiap orang yang kutemui. Aku akan meninggal sebagai pria bahagia, dan dikenang sebagai jiwa berani yang menghadapi kematian dengan gagah, kuat, dan besar hati. Aku akan dihargai oleh orang-orang yang mengenalku.</p>
<p>Di sisi lain, bagaimana jika aku berhasil? Bagaimana jika aku tetap hidup?</p>
<p>Maka aku tidak punya alasan untuk menjadi pahit karena siksaan! Mengapa menyia-nyiakan berbulan-bulan hidupku dengan mengeluhkan akhir yang belum tentu dekat?<br />
Jadi, begitulah&#8212;aku mempunyai semua alasan untuk bersikap positif terhadap kondisiku, dan sama sekali tidak ada alasan untuk bersikap negatif.<br />
Pada titik itulah, di saat itu juga, untuk pertama kalinya dalam hidup, aku berhenti sekarat dan mulai hidup.<br />
Aku mulai menceritakan kepada setiap orang yang kujumpai dan kukenal bahwa mendapatkan kanker otak adalah hal terbesar yang pernah terjadi padaku, dan sampai hari ini aku masih memercayainya sepenuh hati.</p>
<p>Lebih dari setahun yang lalu, aku mengetahui bahwa kanker otakku telah kembali. Sekarang ini pengobatannya lebih maju dan bisa diduga, prognosanya lebih baik; tetapi, hasilnya tidak pernah pasti. Setelah satu tahun radiasi dan kemoterapi, para dokter telah memutuskan melanjutkan kemoterapi untuk waktu yang tak terbatas dan menjadwalkan MRI bulanan untukku, tanpa janji apa pun.<br />
Bagaimana berita yang mengganggu ini memengaruhiku? Berita ini bahkan menjadikanku lebih positif lagi!</p>
<p>Sejak saat khusus itu&#8212;malam yang gelap dan dingin di bulan Januari 2003, aku tidak menyia-nyiakan satu detik pun dari hidupku untuk mengkhawatirkan kematian. Semua waktu dari hari-hariku dihabiskan untuk hidup.<br />
Kanker otak yang pertama telah menjadikanku manusia yang lebih baik. Yang kedua membuatku menjadi manusia yang baik. Kanker otak adalah hal terbesar yang pernah terjadi padaku.<br />
Jadi bagaimana denganmu? Kau akan mengalami hal-hal yang baik dan buruk di dalam hidup. Terkadang hidup akan memberi kita keberuntungan besar, terkadang akan mengoyak kita seperti batu besar yang menghantam wajah.</p>
<p>Apa yang terjadi pada kita tetap akan terjadi, dan kita hanya punya dua cara untuk meresponsnya&#8212;kita bisa menjadi positif dan bahagia, atau negatif dan bersedih. Itu saja. Kabar gembiranya adalah pilihannya ada di tangan kita! Kita yang memutuskan seberapa bahagianya kita di setiap hari dari hidup kita, di setiap peristiwa hidup, terlepas dari kapan, apa, dan siapa.<br />
Hari ini juga buatlah keputusan untuk hidup, bukan untuk mati. Untuk menjadi positif, bukan negatif. Kau tidak perlu mengalami tragedi seperti aku untuk menemukannya. Hiduplah setiap hari, setiap menit, setiap detik dari hidup kita.</p>
<p>Diambil dari &#8220;Chicken Soup for the Soul: Think Positive&#8221;<br />
Kisah ditulis oleh Tom Schumm<br />
Halaman 99-103</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sityb.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sityb.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sityb.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sityb.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sityb.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sityb.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sityb.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sityb.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sityb.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sityb.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sityb.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sityb.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sityb.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sityb.wordpress.com/476/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sityb.wordpress.com&amp;blog=8566716&amp;post=476&amp;subd=sityb&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sityb.wordpress.com/2011/11/07/karunia-kanker-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cd1ea22376f15554cdb461c0259fd5b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sityb</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
